Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

20 Lebih Pengungsi Rohingya Tenggelam di Perairan Malaysia

20 Lebih Pengungsi Rohingya Tenggelam di Perairan Malaysia

Page Visited: 762
Read Time:1 Minute, 24 Second

Ingin Lepas dari Hudup Susah di Tanah Airnya, 24 Pengungsi Rohingya Tenggelam di Malaysia

KUALA LUMPUR – Pemerintah Malaysia melancarkan operasi pencarian dan penyelamatan untuk mencari 24 pengungsi Rohingya yang dilaporkan tenggelam saat mencoba berenang ke pantai. Mereka mencoba selamatkan diri setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam di pulau resor Langkawi.

Malaysia memang menjadi destinasi favorit bagi pengungsi Muslim Rohingya yang hidup susah di tanah airnya untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Pasukan Penjaga Pantai Malaysia menyatakan, 25 orang berusaha berenang ke pantai pada Sabtu lalu ketika kapal yang mereka tumpangi tenggelam, tetapi hanya satu orang yang berhasil mencapai daratan.

Baca juga : Kebijakan Indonesia Terima Pengungsi Rohingya Dipuji Uni Eropa

Dua kapal dan satu pesawat dikirim kemarin untuk menyisir wilayah yang diduga menjadi lokasi tenggelamnya kapal. “Kita mendapatkan informasi dari lembaga penyelamat lain dan komunitas nelayan lokal. Kita juga memberitahukan kepada otoritas Thailand untuk membantu pencarian,” kata Badan Penegakan Maritim Malaysia Mohd Zawawi Abdullah, dilansir Reuters.

Baca Juga :  Penelitian Temukan KDRT di AS Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Polisi menahan pengungsi Rohingya yang berhasil mencapai daratan. Namun, polisi tidak menceritakan apa yang terjadi dengan kapal mereka. Bulan lalu, 269 warga Rohingya ditahan di Langkawi. Malaysia tidak mengakui status pengungsi. Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin bulan lalu mengungkapkan, negaranya tidak mau menerima pengungsi Rohingya. “Kita sedang berjuang melawan pandemi corona,” paparnya.

Sebelumnya, dalam program dokumenter yang ditayangkan Al Jazeera, pemerintah Malaysia melakukan tindakan diskriminatif terhadap pekerja migran ilegal dengan menangkap dan memenjarakan para migran ilegal, termasuk warga Rohingya, selama pandemi corona.

Baca juga : Dubes Agus Maftuh: Istilah dan Tradisi NU Sangat Populer di Arab Saudi

Marah dengan kritikan tersebut, aparat keamanan Malaysia menangkap Rayhan Kabir, migran asal Bangladesh yang mengkritik perlakuan pemerintah Malaysia tersebut. Pria berusia 25 tahun itu kini dideportasi. (qa/ummatina)

Bagikan ini :