Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

22 Masjid BUMN Akan Gandeng Penceramah Ustadz dan Ulama NU

22 Masjid BUMN Akan Prioritaskan Penceramah Ustadz dan Ulama NU

Page Visited: 1237
Read Time:1 Minute, 41 Second

Alhamdulillah! Ustadz dan Ulama NU akan Mengisi Ceramah di 22 Masjid BUMN

Para ustadz dan ulama dari Nahdlatul Ulama (NU) akan mengisi ceramah dan kajian di berbagai masjid yang terdapat di seluruh perkantoran BUMN. Hal ini merupakan kelanjutan kerja sama antara Kementerian BUMN dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang diteken September 2020 yang lalu.

Kerja sama ini meliputi berbagai program terkait pemberdayaan sumber daya manusia, optimalisasi peran usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga pembinaan masyarakat dan tanggung jawab sosial serta lingkungan.

Keterlibatan para ulama dan ustaz dari NU untuk mengisi kajian dan ceramah di lingkungan masjid BUMN merupakan bagian dalam pembinaan dan pemberdayaan sumber daya manusia agar sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

“Ajaran Islam yang disyiarkan NU serupa dengan pencanangan nilai Akhlak di BUMN, yakni bertujuan membangun dan mengembangkan insan masyarakat yang bertaqwa kepada Allah, cerdas, trampil, berakhlak mulia, tentram, adil, dan sejahtera. Kami melibatkan peran aktif NU agar Islam ramah ala NU dapat mewarnai pemahaman keagamaan di lingkungan seluruh BUMN,” jelas Menteri BUMN Erick Thohir dalam keterangan tertulis, Jumat (19/11/2020).

Baca Juga :  Dubes Suriah Bersama Kiyai Said Berbincang Soal Islam dan Kebangsaan
22 Masjid BUMN Akan Prioritaskan Penceramah Ustadz dan Ulama NU

Dalam waktu dekat, para kyai dan ustaz dari NU akan menjadi khatib dan imam salat Jumat di 22 masjid yang ada di lingkungan BUMN di Jakarta dan Tangerang.

Tercatat ada tujuh masjid di Jakarta Pusat, sembilan masjid di Jakarta Timur, empat masjid di Jakarta Selatan, serta masing-masing satu masjid di Jakarta Utara dan Tangerang yang menjadi inisiator kerjasama syiar Islam tersebut. Semua masjid tersebut berada dalam lingkungan 17 BUMN.

“Saya berharap program ini bisa membentuk seluruh karyawan BUMN memiliki aqidah yang benar berdasarkan ilmu, menjadikan Al-Qur’anul dan As-Sunnah sebagai pedoman dalam memahami tauhid yang sesuai pemahaman Salafush Shalih, sekaligus membentengi dari pemikiran-pemikiran yang menyimpang dalam Islam,” lanjut Erick Thohir.

Perlu diketahui, sebelum ini banyak para pegawai di lingkungan BUMN terpapar paham radikal karena masjid-masjid di BUMN banyak diisi oleh penceramah Wahhabi. Yang mana ajaran paham wahhabi meberikan nuansa-nuansa paham ekstrim yang menyebabkan timbulnya paham radikal yang bertentangan dengan ideologi negara Pancasila. (*)

Bagikan ini :