Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

8 Tokoh KAMI Ditangkap Polisi, Gatot Nurmantyo, KAMI Sudah Perhitungkan Segala Risiko

8 Tokoh KAMI Ditangkap Polisi, Gatot Nurmantyo : KAMI Sudah Perhitungkan Segala Risiko!

Page Visited: 554
Read Time:1 Minute, 12 Second

8 Tokoh KAMI Ditangkap Polisi, Gatot Nurmantyo : KAMI Sudah Perhitungkan Segala Risiko! Tak Perlu Diributkan!

Jakarta – Penangkapan beberapa tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) oleh Bareskrim Polri mendapat perhatian publik luas.

Setidaknya ada 8 aktivis KAMI yang ditangkap Bareskrim Polri.

8 aktivis itu ditangkap karena keterlibatannya dalam penolakan UU Cipta Kerja Omnibus Law.

Publik lantas menanti pernyataan dari Presidium KAMI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Dan akhirnya mantan Panglima TNI itu angkat suara.

Gatot menyebut sudah memperhitungkan segala risiko dan tak perlu diributkan.

“Jadi kami sudah menghitung segala risiko, sampai risiko yang terberat.Kami sudah siap lahir bathin, maka tidak perlu diributkan apalagi dikasihani. Justru ada berkah dan kami mengucap syukur Alhamdulillah,” tulis Gatot Nurmantyo seperti yang diterima oleh zonajakarta.com, Rabu (14/10/2020).

Ia melanjutkan jika para anggota KAMI ialah pejuang, bukan orang-orang karbitan.

“Teman teman jangan ributkan teman kita yang lagi ditahan di Bareskrim. Mereka semua pejuang! Bukan karbitan! KAMI adalah kumpulan Orang Orang yang Berjuang untuk Rakyat, Bangsa dan Negara serta keyakinan akan kebenaran perjuangan yang Hakiki!” lanjutnya.

Baca Juga :  Cinta NKRI Perlu Ditingkatkan untuk Bentengi Diri dari Ideologi Asing

Bahkan Gatot menyebut jika para anggota KAMI yang ditahan akan tetap tersenyum ceria meski dalam pengawasan ketat pihak berwajib.

“Kalau ragu atas pernyataan kami, silakan jenguk dan lihat pasti disambut dengan senyum ceria. Jadi itulah Insan KAMI. Semakin ditekan semakin bangkit!!!. Lanjutkan perjuangan saudaraku!!” katanya.

Diantaranya yang ditangkap ialah Sekretaris Komite Eksekutif KAMI, Syahganda Nainggolan, dan dua deklarator KAMI M. Jumhur Hidayat dan Anton Permana. (ummatina/dariberbagai sumber)

Bagikan ini :