Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Agama Tidak Mengajarkan Aksi Teror

Agama Tidak Mengajarkan Terorisme

Page Visited: 1682
Read Time:2 Minute, 13 Second

Agama Tidak Mengajarkan Terorisme, Jangan Atas-namakan Agama untuk Aksi Terorisme

Agama Islam adalah agama kasih sayang dan rahmat, bukan agama yang mengajarkan kekerasan, apalagi menyakiti dan melakukan pembunuhan. Dengan demikian, aksi terorisme yang selama ini mengatasnamakan agama adalah salah besar karena tidak sesuai dengan tujuan dan cita-cita Islam.

Kalau mengaku beragama Islam wajib menebarkan kasih sayang kepada siapa pun, apalagi di dalam lingkungan tempat tinggalnya. Islam juga tidak pernah memaksa-maksa orang untuk mengikutinya. Itu beda sekali dengan para pelaku terorisme yang selalu memaksa orang lain untuk mengikuti paham mereka. Ironisnya, mereka melakukannya atas-nama Islam, tapi paham Islam hanya sepotong-sepotong dan tidak melihat bahwa Islam itu agama yang penuh cinta dan kasih sayang.

Dalam Pemahaman Islam terdapat banyak mahzab, akan tetapi antar mahzab itu memiliki kesamaan pandangan tentang tujuan dan cita-cita Islam. Dengan demikian, umat Islam tidak sekadar harus saling menghormati, menjunjung tinggi toleransi untuk menciptakan perdamaian, tetapi berkewajiban mewujudkan cita-cita Islam itu yaitu sebagai agama yang rahmatan lil alamin.

Baca Juga :  Negara dan Pemerintahan Indonesia Sudah Berjiwa Islami

Kita tidak boleh mengabaikan upaya-upaya dari kelompok radikal dan pelaku aksi terorisme yang ingin merusak NKRI dengan ‘meracuni’ generasi bangsa dengan paham sesat yang berdalih agama Islam. Mereka masuk dari berbagai lini dan faktor kehidupan, baik itu pendidikan, dakwah, sosial, ekonomi, politik. Bahkan sekarang propaganda paham radikal dan terorisme itu semakin menggila melalui jalur dunia maya atau media sosial.

Sebenarnya ada beberapa faktor yang membuat orang ‘teracuni’ paham radikal, apalagi kemudian berujung aksi terorisme. Bukan hanya karena pemahaman agama yang sepotong-sepotong, radikalisme dan terorisme terjadi karena faktor ekonomi, sosial, psikologi, dan lain-lain.

Sebagian lain ada yang menggunakan agama untuk kepentingan-kepentingan pribadi, kelompok, atau kepentingan politik. Dengan mengatasnamakan agama, mereka meyakini akan dapat mempengaruhi banyak orang, sehingga ambisinya dapat diwujudkan.

Cara menangkalnya adalah dengan jalan memberikan pemahaman agama secara utuh, secara integral dan komprehensif sehingga ajaran agama itu tidak dipahami secara parsial yang mengakibatkan terjadi kesalahpahaman. Langkah berikutnya adalah memberikan informasi kepada umat beragama agar tidak mudah diprovokasi oleh kelompok ini, sehingga rencana mereka akan gagal.

Baca Juga :  Pancasila Adalah Karya Para Nasionalis Indonesia Berwawasan Futuristik

Kaitannya dengan keutuhan NKRI, penganut agama harus menyadari bahwa NKRI adalah merupakan bagian dari kehidupan beragama sehingga wajib dipertahankan dengan sungguh-sungguh. Dengan demikian, kehidupan bermasyarakat, beragama, berbangsa, dan bernegara akan menjadi tenang, dan kekacauan akan dapat dihindari.

Intinya adalah agama tidak mengajarkan terorisme yang merusak rasa persatuan dan kebangsaan. Justru agama dan paham kebangsaan (nasionalisme) mempunyai kaitan erat, karena agama memerlukan tanah air bagi para pemeluknya, dan tanah air juga memerlukan agama untuk membimbing rakyatnya. Dengan semangat nasionalisme dan semangat keagamaan yang tinggi, akan saling menguatkan satu sama lain sehingga dapat membentuk kehidupan bangsa yang unggul, berkualitas, sehingga dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Agama Tidak Mengajarkan Aksi Teror
Bagikan ini :