Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Akhmad Sahal Beberkan Tiga Kesalahan Fatal Pandji Pragiwaksono Soal NU – Muhammadiyah

Page Visited: 1362
Read Time:1 Minute, 49 Second

Sebut Pandji Memang Pro FPI, Akhmad Sahal Beberkan Tiga Kesalahan Fatal Pandji Soal NU – Muhammadiyah

Jakarta – Atas opininya yang menyebut FPI lebih dekat dengan rakyat dibanding NU dan Muhammadiyah, pelawak Pandji Pragiwaksono harus menerima ‘luapan’ kekecewaan dari banyak tokoh, khususnya tokoh NU dan Muhammadiyah. Mereka kecewa karena tahu persis dengan kiprah NU dan Muhammadiyah di masyarakat, yang bisa-bisanya diremehkan pandji tanpa data atau tanpa alasan yang akurat.

Salah satu tokoh intelektual NU yang mengungkapkan kekecewaannya adalah Akhmad Sahal. Melalui akun Twitter miliknya, @sahal_AS, ia membeberkan tiga kesalahan fatal pada opini Pandji tersebut.

Baca juga: Habib Muannas Alaidid: Pandji Ini Bahaya Betul Cara Pemikirannya

Ia menyebut bahwa Pandji tidak paham konteks yang disampaikan Tamrin Tomagola sebagai yang ia kutip statementnya, dan dinilai terlalu men-generalisir isu Jakarta menjadi isu nasional.

Tiga kesalahan fatal Pandji menurut Akhmad Sahal adalah:

  1. Gak paham prof Tamrin. Kalo NU-MD kurang menyambangi Miskin Kota, itu BUKAN elitis, tapi punya kelemahan/keterbatasan. Elitis itu kalo menolak nyambangi.
  2. Kasus Jakarta digeneralisir jadi nasional.
  3. Analisa tahun 2012 diterapkan gitu aja untuk tahuk 2021.
Baca Juga :  Anda Harus Tahu Fakta FPI yang Resmi Jadi Ormas Terlarang

Demikian yang tertulis dalam Twitter @sahal_As pada Jumat, 22 Januari 2021 kemarin.

Baca juga: Guntur Romli: Pandji Puji FPI sebagai Kejahatan yang Disengaja

Kesimpulan Ahmad Sahal itu ia dapat setelah mendapat klarifikasi langsung dari Tamrin Tomagola. Klarifikasi yang disederhanakan Akhamd menjadi empat poin yang berbunyi:

Klarifikasi @tamrintomagola ttg @Pandji dan FPI:

  1. Klaim bahwa FPI merakyat, NU-MD elitis itu dari Pandji
  2. Menurut TA (Tamrin Tomagola), Miskin Kota di DKI ga terjangku NU-MD. Ceruk itu digarap FPI
  3. Konteksnya Jakarta thok.
  4. TA ga muji2 FPI, hanya analisis sosiologis saat itu (2012).

Lebih lanjut, Akhmad Sahal kemudian menguraikan perbedaan sikap yang ditunjukkan oleh Tamrin dan Pandji terhadap FPI.

Baca juga: Gus Miftah: Pandji Jangan Ngomong NU Muhammadiyah Jika Tidak Tahu

Dalam pandangannya, jelas-jelas Pandji yang lebih terlihat pro FPI karena menyebut FPI merakyat. Sementara Tamrin konsisten melawan FPI setelah insiden penyiraman teh kepada dirinya oleh Munarman pada 2013 silam.

“Beda dgn @Pandji yg muji2 FPI sbg merakyat, Prof Tamrin, setelah insiden “siram teh”, menyebut jubir FPI Munarman sbg preman,” bebernya.

Baca Juga :  Habib Muannas Alaidid: Pandji Ini Bahaya Betul Cara Pemikirannya

“Beda dgn Pandji yang mingkem soal aksi2 kekerasan n intoleransi FPI, Tamrin konsisten agar FPI ditindak tegas,” lanjut Ahmad Sahal. (*)

Bagikan ini :