Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Aneh, Kenapa Hasil Swab Habib Rizieq Ditutup-tutupi

Aneh, Kenapa Hasil Swab Habib Rizieq Ditutup-tutupi?

Page Visited: 506
Read Time:1 Minute, 31 Second

Kabar kaburnya Habib Rizieq Shihab dari RS Ummi Kota Bogor, Jawa Barat tanpa menjelaskan hasil tes swab yang dilakukannya menuai polemik. Apakah pihak keluarga Habib Shihab menganggap aib jika seandainya benar Habib Rizieq postif Covid-19, sehingga harus ditutup-tutupi? Jika demikian sungguh sangat disayangkan anggapan demikian, karena jelas ini anggapan yang kleiru.

Bahkan, Polemik hasil swab Habib Rizieq membuat pihak rumah sakit tempatnya dirawat ditegur pemkot Bogor karena dianggap tidak kooperatif. Ketua Front Pembela Islam (FPI) ini sebelumnya menyebut tidak mengizinkan hasil swab tesnya disampaikan ke publik.

Mengenai rekam medis, memang ada undang-undang yang menjamin kerahasiaan pemeriksaan pasien. Isi rekam medis merupakan milik pasien dan sifatnya rahasia. Itu benar demikian.

Namun ada pengecualian jika menyangkut wabah atau pandemi. Ini keadaan yang luar biasa, butuh kerjasama semua pihak untuk saling menjaga agar pandemi Covid-19 tidak semakin merajalela. Dijelaskan oleh Ketua Kompartemen Jaminan Kesehatan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), dr Daniel Wibowo, ada baiknya jika pasien memberikan data kepada pihak terkait untuk keperluan tracing.

Baca Juga :  Kasus Baasyir, HRS, dan Bahar Smith Bukan Kriminalisasi Ulama

“Kalau nggak dibuka kan kita nggak bisa melihat kontak eratnya. Jadi memang dibuka untuk kepentingan tracing, bukan publikasi,” katanya saat dihubungi detikcom, Minggu (29/11/2020).

Ia juga menyebut saat ini idealnya yang sekarang menjadi acuan adalah UU mengenai penanganan wabah. Sehingga untuk mencegah penularan lebih luas, dr Daniel mengatakan pihak berwenang bisa melakukan pemaksaan untuk membuka rekam medis, tapi hanya untuk keperluan penanganan wabah bukan disebarkan ke publik.

“Pasien kan memang punya hak, karena semua milik pasien. Mereka punya hak menolak. Tapi kalau tidak mau, pasien harus bertanggung jawab untuk mencegah penularannya sendiri,” tutupnya.

Masyarakat menjadi merasa aneh, kenapa hasil swab Habib Rizieq ditutup-tutupi? Apakah jika terbukti postif Corona menjadi aib keluarga? Jika ini benar demikian, maka ini pemikiran yang egois di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Karena virus Corona dapat menyebar dan menular. (*)

Bagikan ini :