Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Apa Maksud Menag Fachrul Razi soal Agen Radikalisme ‘Good Looking’

Apa Maksud Menag Fachrul Razi soal Agen Radikalisme ‘Good Looking’?

Page Visited: 747
Read Time:1 Minute, 31 Second

Inilah Penjelasan Kemenag Tentang Apa yang Dimaksud Fachrul Razi soal Agen Radikalisme ‘Good Looking’

Pernyataan Menteri Agama, Fachrul Razi terkait soal cara masuk radikalisme melalui agen good looking sampai hafiz dianggap kontroversial. Terkait hal ini, Kementerian Agama (Kemenag) menjelaskan maksud dari Menag agar masyarakat waspada terkait cara-cara masuk radikalisme di ruang lingkup masyarakat.

“Jadi Pak Menteri ingin mengetrek atau menarik perhatian publik tentang perlunya kita hati-hati dengan berbagai varian, cara modus, paham tersebut. Paham-paham di lembaga pendidikan, di pengajian, majelis taklim,” ucap Dirjen Bina Masyarakat Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, Jumat (4/9/2020).

Baca juga : Pemuda Harus Melawan Radikalisme Sampai Kapanpun

Menurut Kamaruddin, Menag hanya ingin agar masyarakat paham cara radikalisme masuk mempengaruhi masyarakat. Sehingga, masyarakat bisa lebih waspada menjaga lingkungannya agar tidak terpapar paham radikal.

“Supaya kita hati-hati karena bisa berbagai cara, masuk berbagai cara terutama maksud-maksud, bisa saja dengan cara seperti itu, bisa saja itu sebagai salah satu contoh, tapi sesungguhnya modus bisa berbagai macam,” demikian penjelasan Kamaruddin.

Baca Juga :  Peran KH Hasyim Asy'ari dalam Menentukan Tanggal Hari Kemerdekaan RI

Sebelumnya, pernyataan Menag Fachrul Razi terkait strategi paham radikal masuk di lingkungan ASN dan masyarakat itu disampaikan di acara webinar bertajuk ‘Strategi Menangkal Radikalisme Pada Aparatur Sipil Negara’, yang disiarkan di YouTube KemenPAN-RB, Rabu (2/9/2020).

Baca juga: Wasekjen MUI Najamuddin Ramli Itu Pendukung Khilafah, Pantas Sudutkan Banser

Cara radikalisme masuk adalah melalui orang yang berpenampilan baik atau ‘good looking’ dan memiliki kemampuan agama yang bagus. Si anak ‘good looking’ ini, kata Fachrul, jika sudah mendapat simpati masyarakat bisa menjadi pintu masuk paham radikal.

“Cara masuk mereka gampang, pertama dikirimkan seorang anak yang good looking, penguasaan bahasa Arab bagus, hafiz, mulai masuk, ikut-ikut jadi imam, lama-orang orang situ bersimpati, diangkat jadi pengurus masjid. Kemudian mulai masuk temannya dan lain sebagainya, mulai masuk ide-ide yang tadi kita takutkan,” demikian uraian Fachrul Razi. [sumber:detik.com]

Bagikan ini :