Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Awas! Paham Radikalisme Terus Berusaha Mengikis Nasionalisme Kita

Awas! Radikalisme Terus Berusaha Mengikis Nasionalisme Kita

Page Visited: 1344
Read Time:3 Minute, 29 Second

Awas Jangan Lengah! Paham Radikal Terus Berusaha Mengikis Nasionalisme Kita

Kita harus terus mengawasi pergerakan dari virus radikalisme, jangan sampai kita lengah sehingga kecolongan dengan munculnya banyak generasi muda kita terpapar radikalisme. Sekarang saja, jika kita mengamati komentar-komentar netizen muda di medsos dan YouTube, banyak sekali mereka memperlihatkan dirinya sebagai anak-anak muda yang terpapar radikalisme. Mereka melaknat, mencaci dan menghina lawan diskusi, bahkan tak jarang mereka bertakbir tidak pada tempatnya dengan nada mengintimidasi lawan diskusi.

Singkatnya, radikalisme merupakan gejala umum yang bisa terjadi dalam suatu masyarakat dengan motif beragam, baik sosial, politik, budaya maupun agama, yang ditandai oleh tindakan-tindakan keras, ekstrim, dan anarkis sebagai wujud penolakan terhadap gejala yang dihadapi. Seringkali dalam keinginan mewujudkan cita-cita perubahan mereka menggunakan cara-cara kekerasan atau bahkan teror. Dan yang memprihatinkan, mereka dalam berdiskusi terkesan sudah tidak perduli lagi dengan ke-Indonesiaan karena yang diinginkannya adalah berdirinya negara khilafah.

Penyebaran paham radikal seperti tidak ada capeknya terus berusaha mengikis rasa ke-indonesiaan kita, mereka terus mencoba menggerogoti rasa nasionalisme kita. Karena dengan rapuhnya nasionalisme kita, maka para pengusung ideologi khilafah meyakini akan bisa mewujudkan cita-citanya. Ini adalah bahaya ekstrim yang akan bisa mengancam tetap tegaknya NKRI di bumi Pertiwi ini.

Baca Juga :  Kodam Sriwijaya: 153 Prajurit Satgas Teritorial Diberangkatkan ke Daerah Rawan

Memperkuat Nasionalisme

Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdikbud, 1997:648), Nasionalisme ialah kesadaran keanggotaan dalam suatu bangsa yang secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan mengabadikan identitas, integritas, kemakmuran, dan kekuatan bangsa itu, yakni semangat kebangsaan. Nasionalisme dapat dirumuskan sebagai satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris “nation”) dengan mewujudkan satu identitas yang dimiliki sebagai ikatan barsama dalam satu kelompok .

Sikap nasionalisme merupakan suatu sikap politik dari masyarakat suatu bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, dan wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan, dengan demikian masyarakat suatu bangsa tersebut merasakan adanya kesetiaan yang mendalam terhadap bangsa itu sendiri. Sikap tersebut akan terus melekat selama bangsa Indonesia masih ada dan merupakan jiwa bangsa Indonesia. Yudi Latif melukiskan bahwa aktualisasi nilai-nilai etis kesetaraan dan persaudaraan kemanusiaan dalam konteks kebangsaan bisa menjadi semen perekat dari kemajemukan keindonesiaan, sebagai tamansari kemajemukan dunia .

Nasionalisme pada hakekatnya adalah untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama, karena nasonalisme menentang segala bentuk penindasan terhadap pihak lain, baik itu orang per orang, kelompok-kelompok dalam masyarakat, maupun suatu bangsa. Nasionalisme tidak membeda-bedakan baik suku, agama, maupun ras. Prinsip–prinsip nasionalisme, menurut Hertz dalam bukunya Nationality in History and Policy, antara lain : Pertama, hasrat untuk mencapai kesatuan. Kedua, hasrat untuk mencapai kemerdekaan. Ketiga, hasrat untuk mencapai keaslian. Keempat, hasrat untuk mencapai kehormatan bangsa.

Baca Juga :  8 Tokoh KAMI Ditangkap Polisi, Gatot Nurmantyo : KAMI Sudah Perhitungkan Segala Risiko!
Awas! Paham Radikalisme Terus Berusaha Mengikis Nasionalisme Kita.

Rasa nasionalisme merupakan rasa cinta dan rasa memiliki bangsa sendiri. Rasa itu timbul apabila kita benar-benar menghayati pentingnya peran sebagai fondasi bangsa. Fondasi yang kuat menopang guncangan yang terjadi akibat pengaruh buruk yang ditimbulkan orang-orang tidak bertanggung jawab. Orang-orang yang ingin merusak persatuan dan keharmonisan bangsa Indonesia .

Semangat nasionalisme harus ditanamkan kepada generasi muda. Termasuk pengenalan ke-Indonesiaan sedini mungkin, guna menangkal paham-paham radikalisme yang kini juga menyasar generasi muda. Generasi muda harus diselamatkan dari paham-paham radikalisme, karena merekalah generasi penerus bangsa.

Paham radikal sekarang ini juga tumbuh di lingkungan perguruan tinggi yang tak hanya menyasar kalangan mahasiswa. Oknum-oknum penyebar paham radikalisme ini menyasar ke anak muda, karena kondisi psikologisnya yang belum stabil, sehingga mudah mendapat pengaruh. Selain belum stabil, jika tidak diimbangi dengan semangat nasionalisme dan jiwa Pancasila, maka generasi muda itu akan semakin mudah terpengaruh paham-paham radikalisme.

Beberapa waktu sebelumnya pada bulan Mei 2018, pernah Kepala BNN Budi Gunawan mengaku pihaknya tengah melakukan pengamatan penyebaran radikalisme di kalangan kampus. Sejumlah kampus di 15 provinsi di Indonesia ditengarai menjadi tempat pembasisan calon-calon pelaku teror baru dari kalangan mahasiswa.

Baca Juga :  Digeruduk Massa, Rumah Mahfud MD Akan Dijaga Banser

“Ada 15 provinsi yang jadi perhatian kita dan ini terus kita amati pergerakannya. Dari 15 provinsi ini memang ada tiga perguruan tinggi (PT) yang sangat menjadi perhatian kita karena kondisinya sudah dijadikan tempat atau basis penyebaran paham-paham radikal,” ungkap Budi Gunawan, akhir April tahun 2018.

Menurut Budi Gunawan hasil survei BIN pada 2017 menyebutkan 39 persen mahasiswa dari berbagai PT di Indonesia telah terpapar paham-paham radikal. Sebanyak 24 persen mahasiswa dan 23,3 persen pelajar tingkat SMA juga setuju dengan jihad, untuk tegaknya negara Islam atau khilafah.

Bagikan ini :