Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Dai Harus Pahami Ayat dan Wasiat Rasul dalam Berdakwah

Ayat dan Wasiat Rasul dalam Berdakwah, Dai dan Ulama Harus Paham

Page Visited: 1158
Read Time:1 Minute, 51 Second

Jakarta – KH Ali M Abdillah, Wakil Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan, para dai dan ulama harus memahami ayat dan wasiat Rasul dalam berdakwah yang rahmatan lil alamin.

Kyai Ali dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (10/9/2020), menjelaskan, para dai dan ulama itu harus memahami ayat āmanū aṭī’ullāha wa aṭī’ur-rasụl yang berarti dalam menyampaikan dakwah Islam, harus berpegang dengan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dan berlandaskan dengan Alquran.

Baca juga : Sertifikasi Ulama, Hanya di Indonesia Sertifikasi Ulama Ditentang Ulama

Dai Harus Pahami Ayat dan Wasiat Rasul dalam Berdakwah

Menurut dia, jika para ustaz atau dai bisa berpegang pada ayat ini, yakni dalam berdakwah ini meneruskan risalah nubuwah atau risalah kenabian yang memiliki visi besar, yaitu rahmatan lil alamin yang harus menjadi prinsip bersama dalam menyebarkan dakwah Islam.

”Tentunya hal itu berkaitan dengan peran seorang ustaz di tengah masyarakat dengan membawa nilai Islam. Jangan Islam yang ditawarkan atau yang disampaikan adalah bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW, seperti caci maki, memfitnah, produksi hoax,” tuturnya.

Baca Juga :  Sekjen MUI Anwar Abbas Ancam Mundur Tolak Sertifikasi Dai

Baca juga : 13 Hoax Tengku Zulkarnaen Paling Populer di Medsos

Oleh karena itu, Ali menyampaikan, jika ada tokoh atau ustaz yang sudah mulai mengarahkan untuk menyebar hoax, kemudian mencaci dan memfitnah, tentunya hal ini sudah keluar dari ajaran Nabi Muhammad. Ajaran Nabi, ujarnya, lemah lembut dan penuh kasih sayang.

”Bagaimana ingin membersihkan umat, bagaimana ingin mengajak umat untuk rahmatan lil alamin, kalau dia sendiri ini belum tuntas menjadi pribadi yang rahmatan lil alamin? Tentunya hal itu bisa terlihat dari ekspresi, cara ceramah dan materi dakwahnya ini bisa dilihat,” terangnya.

“Bagi orang yang hidup Arab, yang mengikuti sistem di Arab, kalau di sana kerajaan, ikutin saja, karena mereka hidup di sana,” tambahnya.

Baca juga : IRONISME PENYEBAR HOAX OLEH KAUM TERDIDIK DAN RAJIN IBADAH, PASUKAN CYBER MUSLIM ?

Kalau di Indonesia, maka wajib mengikuti apa yang disepakati oleh para pendiri bangsa, yakni sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

”Karena ini sudah menjadi kesepakatan para pendiri bangsa, agar bagaimana supaya bangsa Indonesia ini bisa menerapkan pesan Nabi Muhammad, yaituaṭī’ullāha wa aṭī’ur-rasụla wa ulil-amri mingkum. Karena Pancasila ini bisa menjadi titik temu semua agama. Dan ini Pancasila menjadi nilai-nilai yang di dalamnya adalah nilai agama yang diterima oleh semua kalangan agama,” katanya. (Sumber:ANTARA)

Bagikan ini :