Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Ayik Heriansyah : HTI Catut Umat Islam untuk Serang PDIP

Ayik Heriansyah : HTI Catut Umat Islam untuk Serang PDIP

Page Visited: 160
Read Time:2 Minute, 18 Second

Ayik Heriansyah menyorot tajam ke HTI yang mengatas-namakan umat Islam untuk memojokkan PDIP. Ini Penjelasan Ayik Heriansyah terkait Serangan HTI ke PDIP yang menurutnya Tak Mewakili Umat Islam.

Pegiat medsos yang merupakan salah satu pengurus LD PWNU Jawa Barat, Ayik Heriansyah menjelaskan duduk persoalan para pengasong khilafah sejatinya sedang menunggangi polemik RUU HIP, dan HTI menyebut aksinya tersebut mewakili umat Islam.

Baca juga : Eks HTI Terus Tebarkan Pesona Khilafah, Awas Tertipu!

Ahmad Khozinuddin (AK) Seorang Aktivis HTI

Menurut Ayik bahwa Ahmad Khozinuddin (AK) advokat di LBH Pelita Umat adalah seorang aktivis Hizbut Tahrir di Indonesia. Dia melalui tulisannya: “PDIP Lancang Mensejajarkan Khilafah dengan Komunisme, Ingin Menantang ‘Perang’ Umat Islam” yang beredar di media sosial, adalah opini pribadinya sendiri dan teman-temannya di HTI, sama sekali bukan mewakili umat Islam.

Justru HTI yang lancang, bahkan juga bejat, jahat, licik dan berbahaya! AK membawa-bawa nama Islam, umat Islam dan Khilafah untuk menyerang PDIP.

Baca Juga :  Guyonan Gus Dur Ini Pas Mengena ke HTI

Seharusnya, AK cukup bawa-bawa HTI saja, karena khilafah yang ada dalam benak AK, bukan khilafah yang dipahami oleh mayoritas umat Islam. Mayoritas umat mengadopsi makna khilafah yang tertera di dalam kitab-kitab fiqih, khilafah adalah imamah yakni nashbul imam (mengangkat pemimpin).

Bac juga : Seharusnya Pelarangan HTI Harga Mati, Supaya Adil

Di Indonesia ajaran tentang nashbul imam diformalisasikan di dalam konstitusi UUD 45 Bab II, III dan UU Pemilu. Terlepas dari sikap HTI yang menolak semua konstitusi dan perundang-undangan, yang jelas khilafah/imamah/nashbul imam sudah diterapkan dalam sistem kenegaraan.

Sampai berbusa-busa dan berdarah-darah pun AK dan HTI meneriakkan kata Islam, umat Islam syariah dan khilafah, kaum muslimin sudah sangat mafhum, AK dan HTI bukan sedang memperjuangkan ajaran Islam karena dorongan iman dan taqwa yang berdasarkan ilmu.

Klaim HTI atas Umat Islam Berkonsekwensi Adu Domba Umat Islam

AK dan HTI sedang dan terus memperjuangkan ideologi Hizbut tahrir yang dikarang oleh Taqiyuddin an-Nabhani. Sebuah ideologi yang dibuat seorang manusia yang mempunyai segala keterbatasan. Pasti mengandung kesalahan dan kelemahan, karena itu tidak wajib diikuti.

Baca Juga :  Masih Bermimpi Menegakkan khilafah? Belajar dari Sesal WNI eks ISIS

AK dan HTI mau berpetualang di atas gelombang polemik RUU HIP dengan membangkitkan kembali hantu PKI. Sambil mengarahkan moncong opininya ke PDIP, demi meraih simpati umat Islam.

Baca juga : HTI Siuman Lagi, Apakah Perlu Gerakan Besar Menolak Kebangkitan HTI ?

Untung yang terjadi sebaliknya, publik justru makin geram, jengkel, marah dan muak kepada HTI yang selalu mempolitisir ajaran Islam demi memenuhi syahwat politik mereka meraih kekuasaan di NKRI.

Serangan HTI ini berbahaya karena konsekwensinya mengadu domba umat Islam dengan umat Islam dan umat beragama lainnya yang ada di PDIP. PDIP adalah partai yang tidak sedikit anggotanya adalah Umat Islam.

AK dan HTI tidak mewakili umat Islam. Umat menunggu, kapan aktivis dan pengurus HTI diseruduk banteng, agar mereka berhenti mempolitisasi Islam, syariah dan khilafah.

Bersumber dari Facebook Ayik Heriansyah. (qa/ummatina)

Bagikan ini :