Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Akibat Tidak Menjaga Lisan dengan Baik

Bahaya Tidak Menjaga Lisan dengan Baik

Page Visited: 947
Read Time:2 Minute, 31 Second

Bahaya Akibat Tidak Menjaga Lisan dengan Baik

Rasulullah Saw dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari bersabda bahwa, keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan. Maka jadi penting untuk menjaga lisan. Sebab lisan diibaratkan pisau yang apabila salah menggunakannya akan melukai banyak orang.

Di zaman modern, ketajaman lisan kadang juga mewujud dalam aktivitas di media sosial melalui status-status yang ditulis. Sudah semestinya, sebagai umat Islam membuat status di media sosial yang tak menyinggung orang lain. Bahkan WAG juga bisa menjadi sarana penyambung lisan yang efektif dalam menyebar provokasi.

Baru-baru ini telah terjadi kerusuhan besar yang mengerikan di berbagai daerah di Indonesia. Ini semua terjadi akibat dipicu oleh hasutan atau provokasi dari Grup WA atau WAG KAMI. Intinya kerusuhan terjadi karena akibat anggota grup WA tidak bisa menjaga lisan dengan baik.

Ada beberapa contoh bunyi WAG KAMI tersebut seperti diungkap polisi adalah sbb:

“Batu kena satu orang, bom molotov bisa kebakar 10 orang, dan bensin bisa berceceran”.

Baca Juga :  Makin Menjadi-jadi, Gatot Nurmantyo: Saya Nggak Takut Diciduk!!

“Buat skenario seperti 98, penjarahan toko China dan rumah-rumahnya”, “Preman diikutkan untuk menjarah”.

“Kemudian juga ada tulisannya kalian jangan takut dan jangan mundur. Ada di WAG ini yang kita jadikan barang bukti,” ujar Argo, Kadiv Humas Mabes Polri.

Sementara itu, menurut Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri BrigjenAwi Setiyono ketika itu tidak merinci detil percakapan dalam grup WhatsApp tersebut. Hanya saja dia mengklaim bahwa percakapan dalam grup WhatsApp anggota KAMI Medan itu diduga sebagai pemicu terjadinya demo yang berujung anarkis.

“Kalau rekan-rekan ingin membaca WA (WhatsApp Grup)-nya ngeri. Pantas di lapangan terjadi anarki,” kata Awi.

“Sehingga masyarakat yang, mohon maaf, tidak paham betul akan tersulut. Ketika direncanakan sedemikian rupa untuk membawa ini itu untuk melakukan pengrusakan semua terpapar jelas di WA,” imbuhnya.

Stop Provokasi Rakyat

Berkaitan dengan demo tolak UU Cipta kerja yang berujung kerusuhan yang terjadi di berbagai kota di Indonesia akibat dipicu oleh hasutan atau provokasi, untuk sejenak mari kita renungkan hadits Rasulullah SAW yang berbunyi:

Baca Juga :  KH Said Aqil Siroj : Habib Tidak Boleh Dikriminalisasi

سلامة الإنسان في حفظ اللسان

“Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan.” (H.R. al-Bukhari).

Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah disebutkan, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau lebih baik diam (jika tidak mampu berkata baik)” (HR: al-Bukhari dan Muslim).

Allah memperingatkan bahwa terdapat malaikat yang mencatat setiap ucapan manusia, yang baik maupun yang buruk. Allah Ta’ala berfirman,

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf [50]: 18).

Oleh karena itu, katakan pada diri sendiri wahai para pemain politik, “Stop provokasi rakyat! Stop provokasi rakyat!”

Jangan sampai anda sekalian termasuk orang-orang yang ada dalam perkataan Asy-Syaikh bin Muhammad al-Madkhaly: “Memberontak dengan perkataan adalah sarana untuk memberontak dengan senjata, dan itu merupakan kesesatan yang nyata.” Syarh al-Sittah al-Ushul, hal. 33.

Janganlah rakyat dijadikan alat untuk kepentingan politik. Biarkan rakyat hidup damai, hidup aman dan tenteram tanpa cedera akibat kerusuhan.

Baca Juga :  BUKU MENOLAK WAHABI, Terjemah Kitab An Nushush Al Islamiyyah Fi Radd Al Wahhabiyyah
Akibat Tidak Menjaga Lisan dengan Baik

Bagikan ini :