Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Stop Radikalisme dengan Membangkitkan Wawasan Kebangsaan

Bangkitkan Wawasan Kebangsaan, Sikat Habis Radikalisme

Page Visited: 616
Read Time:1 Minute, 43 Second

Sikat Habis Radikalisme dengan Membangkitkan Wawasan Kebangsaan Seluruh Warga Indonesia

Deradikalisasi sebaiknya tidak dilakukan dengan kekerasan. Menumbuhkan kesadaran dengan wawasan kebangsaan serta pelayanan publik yang baik akan bisa menjadi perekat bangsa sehingga dapat menangkal radikalisme.

Kita harus terus mewaspadai ancaman radikalisasi terhadap nilai-nilai kebangsaan Indonesia. Kita juga perlu menyadari makna ancaman sudah berubah, bukan lagi hanya terbatas ancaman perang fisik ataupun antarnegara. Kompleksnya permasalahan sosial seringkali bisa mengendorkan semangat kebangsaan, padahal hal inilah yang sejak zaman Budi Utomo dibangkitkan dan menjadi perekat bangsa Indonesia.

Karena itu, sangat urgen untuk senantiasa berupaya menjaga semangat kebangsaan. Kita harus lestarikan imaji sebagai bangsa dan menolak imaji-imaji sempit yang meletakkan bangsa sebagai umat, bukan sebagai rakyat. Kita semakin jarang menyebut kata rakyat akhir-akhir ini dan semakin sering menyebut kata Umat yang terkesn tunggal, padahal rakyat kita mejemuk.

Salah satu faktor perekat bangsa adalah fasilitas publik yang memadai. Semakin baik fasilitas publik dan semakin banyak orang yang menggunakannya, semakin terbangun rasa senasib. Sekat-sekat pupus dan semua pihak dipertemukan sebagai satu bangsa.

Baca Juga :  Akhirnya Terungkap, Gatot Nurmantyo dan KAMI Ternyata Benar-benar Main Politik

Pada era sekarang ini ada sindiran yang populer, “orang miskin tidak boleh sakit, dan pendidikan terbagi dua antara pendidikan yang baik dan yang murah.” Sindiran ini harus dijawab dengan upaya perbaikan demi peningkatan kualitas hidup rakyat yang akan berimbas secara otomatis terhadap deradikalisasi.

Upaya perbaikan kuwalitas hidup rakyat perlu dilakukan agar generasi muda kita memiliki “zat imunisasi” untuk membendung serangan paham-paham radikal yang bertujuan memecah belah persatuan dan menggerus kebangsaan Indonesia.

Dalam kondisi masyarakat yang mulai terkikis rasa persaudaraan dan persatuan ini, semangat cinta tanah air harus terus ditumbuhkan kepada generasi muda. Ini penting agar mereka tidak terpengaruh infiltrasi paham-paham radikal yang menggerus keindonesiaan anak bangsa.

Betapa bahayanya ancaman paham radikal. Pemahaman yang memicu anti-Pancasila, intoleransi, anti-NKRI dan paham takfiri alias suka mengafir-kafirkan sesama muslim yang bukan kelompoknya. Paham radikal terus berkembang memanfaatkan berbagai peluang untuk menyebarkan propaganda, terutama melalui media sosial.

Mari kita isi kehidupan ini dengan kebaikan. Mari kita bersama-sama rapatkan barisan. Mari kita bersama-sama membangun bangsa agar tidak ada lagi tempat bagi radikalisme.

Baca Juga :  Demo di Tulungagung, Ribuan Massa Tolak Munculnya Gerakan Radikalisme
Stop Radikalisme dengan Membangkitkan Wawasan Kebangsaan
Bagikan ini :