Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Bareskrim Polri Beberkan Bukti Petinggi KAMI Sebar Hoaks Dan Provokasi Demo Rusuh UU Cipta Kerja

Bareskrim Polri Tunjukkan Bukti Petinggi KAMI Sebar Hoaks Agar Demo Rusuh

Page Visited: 2105
Read Time:1 Minute, 58 Second

Bareskrim Polri Beberkan Bukti Petinggi KAMI Sebar Hoaks dan Provokasi Agar Demo UU Cipta Kerja Berakhir Rusuh di Mana-mana

Jakarta – Pihak kepolisian akhirnya mengumumkan alasan tiga petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ditangkap. Hal ini terkait dengan peran ketiga tersangka dalam aksi menolak UU Cipta Kerja yang berujung ricuh.

Perlu diketahui sebelumnya panyak pihak dan tokoh KAMI dan simpatisan yang memandang sisnis kepada jajaran Polri atas penangkapan 9 anggota KAMI. Tapi kemudian pihak bareskrim Polri benar-benar membeberkan alasan penagkapan para anggota KAMI.

Tersangka pertama, yakni Jumhur Hidayat (JH) diduga menyebarkan konten yang mengandung ujaran kebencian berdasarkan SARA lewat akun Twitter miliknya.

Bareskrim Polri memberikan penjelasan dan barang bukti terkait peran salah satu petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan yang diduga menjadi dalang kerusuhan aksi demo Omnibus law Cipta Kerja.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan Syahganda memberikan dukungan kepada para demonstran dengan provokasi serta menyebarkan gambar yang tidak sesuai dengan peristiwa sebenarnya (hoax).

Baca Juga :  Zona Merah Covid-19 di 34 Daerah di Indonesia Berubah Zona Oranye

Menurutnya, tujuannya penyebaran provokasi dan gambar hoaks ini adalah supaya peserta unjuk rasa bertindak anarkis.

Salah satu yang dijadikan barang bukti adalah cuitan SN di akun twitter miliknya yang mengatakan menolak Omnibus law dan mendukung aksi demonstrasi buruh. Barang bukti provokasi anggota dan petinggi KAMI tersebut kini diamankan polisi.

“Tersangka SN ini menyampaikan melalui akun Twitter-nya, yaitu salah satunya menolak Omnibus Law, mendukung demonstrasi buruh, turut mendoakan belasungkawa demo buruh,” ujar Irjen Argo seperti dikutip PikiranRakyat-Cirebon.com dari PMJNews pada Kamis, 15 Oktober 2020.

Irjen Argo juga membeberkan salah satu contoh yang dilakukan oleh tersangka SN dengan mengunggah hal-hal terkait demonstrasi yang tidak sesuai antara gambar, narasi, dan fakta sebenarnya.

“Modus yang dilakukannya ini, seperti ada foto kemudian dikasih tulisan, dikasih keterangan yang tidak sama kejadiannya. Contohnya ini salah satu poin, ini kejadian di Karawang, tapi gambarnya berbeda,”ujarnya.

Argo menegaskan, dengan motif yang dilakukan oleh tersangka SN ini membuat para demonstran tertipu dengan hoax.

Baca Juga :  Keberagaman di Indonesia Adalah Kekuatan Bangsa

“Motifnya mendukung dan men-support para demonstran dengan menyebarkan berita yang tidak sesuai dengan gambarnya dan tulisannya yang bersangkutan,” pungkasnya.

Atas perbuatannya tersebut tersangka SN ini dikenakan Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 dengan ancaman pidana penjara di atas 6 tahun.

Hingga saat ini polisi masih terus mengumpulkan bukti bukti dan memeriksa hal hal yang terkait dengan kasus yang menimpa petinggi KAMI. (ummatina dari cirebon.pikiran-rakyat)

Bagikan ini :