Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Bekal Berdebat Soal Khilafah dengan Orang NU Pendukung HTI

Bekal Berdebat Soal Khilafah dengan Orang NU Pendukung HTI

Page Visited: 2697
Read Time:2 Minute, 33 Second

Bekal Berdebat Soal Khilafah dengan Orang NU Pendukung HTI

Adakah orang yang merasa dirinya orang NU tapi jadi pendukung HTI? Tentunya ada walaupun tidak banyak. Mereka adalah korban propaganda khilafah yang disebarkan aktifis HTI, baik propaganda via medsos maupun mereka datang dari pintu ke pintu.

Para pengasong khilafah ala HTI kapan pun dan di mana pun berada selalu teriak-teriak menjelek-jelekkan demokrasi Pancasila sebagai sistem thogut di negara Indonesia.

Mereka berceloteh demokrasi sistem kufur lah, buatan kafir lah, ciptaan Plato lah dan fitnah-fitnah lainnya.

Baca juga : Pro-kontra Sistem Khilafah oleh Sesama Pengusung Khilafah

Keinginannya sangat menggebu mauanya segera mengganti NKRI Berdasar Pancasila dengan sistem khilafah ala HTI. Padahal hakikatnya adalah khilafah modifikasi belaka oleh pendiri Hizbut tahrir Taqiyuddin An-Nabhani.

Bekal Berdebat Soal Khilafah dengan Orang NU Pendukung HTI.

Saat berdebat soal khilafah dengan orang-orang NU yang mendukung HTI, setidaknya ada dua pertanyaan yang akan bikin mereka terdiam, yaitu:

  1. Jika demokrasi sistem kufur, kenapa Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari pendiri NU mengijinkan Indonesia pakai demokrasi?
Baca Juga :  Mengenal Masirah Kubra HTI di Indonesia

Padahal beliau itu memperoleh sanad dan ijazah langsung shahih bukhari muslim dan hafal kitab hadits kutubussittah.

Artinya kealiman beliau tak perlu ditanyakan lagi.

Jika demokrasi kufur, demokrasi itu merusak aqidah misalnya, harusnya beliau melarang Indonesia yg dijuluki negeri para wali ini mengambil demokrasi untuk dijadikan sistem negara.

Baca juga : Tolak Khilafah dengan : “NKRI OK, ISLAM YES, KHILAFAH NO !”

Jika benar, demokrasi kufur dan mengkufurkan umat Islam Indonesia maka Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari pastinya mendapat dosa jariyah, karena membiarkan sistem kufur diterapkan di Indonesia.

Faktanya, beliau mengizinkan demokrasi Pancasila. Artinya demokrasi Pancasila bukan sistem kufur. Bukankah begitu?

  1. Jika benar demokrasi Pancasila sistem kufur, maka semua berbagai macam transaksi yang kita lakukan di Indonesia tidak sah.

Perkawinan tidak sah, karena dilakukan di negara yang sistemnya kufur.
Jika perkawinan tidak sah maka hubungan suami istri juga tidak sah, berarti zina.
Jika hubungan badan tidak sah maka status anaknya menjadi anak hasil zina, atau sering disebut anak haram.

Baca Juga :  Buku "Proyek Khilafah", Kritik Faktual Atas Khilafah Islamiyah

Pertanyaannya berapa banyak anak hasil zina di Indonesia dari tahun 1945 sampai 2020 ini hanya karena Indonesia pakai sistem NKRI bukan sistem khilafah?

Apakah yakin orang-orang HTI yang mengkafirkan sistem di NKRI dulu orang tuanya nikah di negara Khilafah Islamiyah?

Siapkah orang-orang HTI jika tidak ingin dikatakan berzina karena nikah di negeri demokrasi maka nikahnya di negeri yang menjalankan khilafah? Negara khilafah zaman now sekarang adalah khilafah ISIS. Maka ke sanalah anda menikah agar menjadi pernikahan yang sah.

Siapkah wahai para anggota HTI, kalian menikah di negara khilafah ISIS?

Menurut orang-orang HTI jual beli perdagangan tidak sah, karena mata uang itu ada simbol Garuda Pancasilanya. Garuda itu kata orang-orang HTI berhala gepeng.

Baca juga : Apa Sebabnya Hizbut Tahrir Dilarang di Timur-Tengah dan Indonesia ?

Artinya segala jual beli perdagangan yang dilakukan di Indonesia tidak sah. Jika tidak sah maka hukumnya sama dengan barang hasil curian, artinya barang haram. Seperti itukah?

Bagaimana kalian masih betah hidup di Indonesia? Kenapa kalian tidak secepatnya hijrah ke nagara khilafah ISIS? Boro-boro berani ke negara khilafah ISIS, bahkan yang sudah berada di sana ingin dijemput pulang ke Indonesia!

Baca Juga :  Kisah Ayah Berjuang Sembuhkan Anaknya dari Racun Doktrin Khilafah HTI

Jika masih merasa punya otak, mari berpikir dengan tertib, saudaraku.

Bagikan ini :