Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Bela NKRI Adalah Bagian dari Jihad

Bela NKRI Merupakan Bagian dari Jihad

Page Visited: 1066
Read Time:2 Minute, 10 Second

Bela NKRI Merupakan Bagian dari Jihad

Bela negara merupakan bagian dari ukhuwah Islamiyah, lebih khusus yakni wujud dari ukhuwah wathoniyah yang berarti mencintai dan bersaudara dengan warga sebangsa dan setanah air. Islam adalah agama yang sangat komprehensif. Jadi semua ajaran, arahan, dan larangannya merangkum segala aspek kehidupan manusia. Termasuk di dalamnya konsep mengenai bela negara.

Banyak yang mengira bahwa konsep bela negara dapat bertentangan dengan Ajaran Islam yang mengharuskan berukhuwah antar sesama muslim di seluruh dunia tanpa pandang asal usul negaranya. Tapi ini adalah soal beda konteks, karena bela negara ini lebih khusus berkaitan dengan cinta tanah air dan nasionalisme.

Walaupun kita harus bersaudara dengan sesama muslim tanpa pandang asal negaranya, tetapi kanyataannya kita tidak bisa seenaknya di negara orang seperti hidup di negeri sendiri. Karena batas-batas teritorial dan peraturan masing-masing negara adalah fakta yang membatasi ukhuwah Islamiyah seperti yang dimaksud tersebut.

Itulah kenapa dalam dada kebanyakan warga Indonesia yang mayoritas muslim ini senantiasa tertanam semangat mencintai tanah air sebagaimana mencintai Ibu kita sendiri, yang mana tanah air sering disebut juga sebagai ibu pertiwi. Ini adalah modal utama yang akan menjadi amunisi untuk bela negara.

Baca Juga :  Keberagaman di Indonesia Adalah Kekuatan Bangsa
Bela NKRI Adalah Bagian dari Jihad.

Dalam Konferensi Ulama Internasional bertajuk Bela Negara yang digelar Jam’iyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) pada tahun 2016 telah menghasilkan 15 poin konsensus (kesepakatan) ulama dari 40 negara. Salah satu dari 15 poin konsensus tersebut, poin ke-5 menyatakan bahwa: tanggung jawab membela negara adalah kewajiban seluruh warga negara secara individu tanpa ada pengecualian. Siapa pun yang tidak membela negaranya, dia tidak berhak hidup di negaranya itu.

Membela negara bagi warga negara adalah sebuah kewajiban dan berperang untuk mempertahankan negara dan tanah air merupakan bentuk jihad. Indonesia telah memiliki sejarah penting bagaimana ekspresi jihad diwujudkan dalam bentuk mempertahankan tanah air.

Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Muhammad Hasyim Asy’ariy adalah fakta sejarah monumental dari tokoh ulama dan umat Islam yang mampu mensinkronkan antara semangat juang keislaman dan kebangsaan.

Dalam konteks kekinian, makna jihad sejatinya memiliki arti yang sangat luas. Jihad bisa juga dalam bidang apa pun, seperti salah satu contohnya, misalnya mencari nafkah di jalan yang benar dan di-ridhoi oleh Allah SWT.

Baca Juga :  Pancasila Menjadi Imunitas dari Virus Radikalisme dan Terorisme

Sebagai seorang Muslim dan menghuni di sebuah negara, kita juga bisa melaksanakan kewajiban-kewajiban kita sebagai warga negara dan kewajiban kita sebagai rakyat dan seterusnya. Bahkan, kalau kita memiliki keimanan dan ketakwaan yang tinggi, membela bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini adalah juga merupakan bagian dari jihad.

Jihad bukan berperang melawan bangsanya sendiri seperti yang digembar-gemborkan kelompok radikal yang menganggap pemerintah adalah thogut sehingga perlu diperangi. Kelompok-kelompok seperti ini layak dikatakan tidak memahami permasalahan jihad yang sesungguhnya. (*)

Bagikan ini :