Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Berkicau “Menag Gebuk Islam”, Said Didu Resmi Dipolisikan

Berkicau “Menag Gebuk Islam”, Said Didu Dipolisikan

Page Visited: 1954
Read Time:2 Minute, 28 Second

Berkicau “Menag Gebuk Islam”, Said Didu Resmi Dipolisikan ke Bareskrim Polri

Jakarta – Berkicau “Menag Gebuk Islam”, Said Didu akhirnya dipolisikan. Mantan Sekretaris Menteri BUMN tersdebut resmi dilaporkan ke Bareskrim Polri karena kicauannya di akun Twitter @msaid_didu soal ‘Menag Ingin Gebuk Islam’.

Kasus ini bermula dari kicauan Said Didu mengomentari statemen pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indo Barometer. Di mana, Qodari menyebut bahwa pemilihan Gus Yaqut sebagai Menteri Agama di Kabinet Indonesia Maju jilid II karena Ketua Umum GP Ansor tersebut paling keras dengan kelompok ormas Islam tertentu.

Statemen itu dimuat oleh kantor berita politik RMOL.ID yang berjudul “Gus Yaqut Jadi Menag, Qodari: Dia Keras Dengan Kelompok Islam Tertentu, Itu Yang Dicari Presiden” yang dirilis pada hari Selasa 22 Desember 2020 pukul 18.45 WIB.

“Soal Gus Yaqut, dia keras kepada kelompok Islam tertentu, itu yang dicari presiden dari Yaqut ya. Bahwa selama ini Yaqut keras kepada kelompok-kelompok yang sekarang berhadapan dengan pemerintah. Jadi kuat ideologi, kuat pertarungan ideologi, head to head gitu,” kata Qodari di dalam wawancaranya dengan wartawan RMOL tersebut.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Tegaskan Masker Efektif Cegah Penyebaran Covid-19

Baca juga: Said Didu Kesal Gus Yaqut Jadi Menag, Langsung Provokasi Umat Islam

Berita itu pun di-repost oleh pemilik akun Twitter @_Banyoe pada pukul 19.35 WIB yang akhirnya direspon oleh Said Didu. Selama ini Said Didu dan pemilik akun Twiter @_Banyoe kerap nyinyir akan kebijakan Jokowi di akun mereka. (ARN)

Laporan itu dilakukan oleh Ketua PAC Ansor Jagakarsa, Wawan. Bareskrim Polri pun menerima laporan itu dengan nomor LP/B/0719/XII/2020/BARESKRIM per tanggal 23 Desember 2020.

“Isi Twitternya mengenai bahwa Presiden inginkan Menag untuk menggebuk Islam. Nah, ini kan kami bisa lihat ada ujaran kebencian juga terkait SARA”, kata Wawan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (23/12/2020).

Muhammad Said Didu Logika Jahat Menteri Pecatan Jokowi

Wawan menilai kicauan Said Didu di Twitter itu telah menghina Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut yang baru dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Agama (Menag).

“Jadi sebenarnya Menagnya yang sekarang Yaqut sendiri belum bekerja. Malah ketika beliau pertama kali pidato tentang masalah sebagai Menag. Jadi bagaimana umat Islam itu saling bersatu/guyub. Tapi sepertinya di akun Said Didu itu sudah menghukumi, menjustifikasi seakan-akan Menag ini untuk menggebuk Islam padahal kan saya orang Islam. Saya jadi merasa digebuk oleh pemerintah,” paparnya.

Baca Juga :  Kiai Dian Nafi Angkat Bicara Soal Ideologi Khilafah

Baca juga: Gus Yaqut Menteri Agama: Jadikan Agama Sebagai Inspirasi

Dalam pelaporannya, Wawan mengaku membawa barang bukti berupa screenshot cuitan Said Didu dan flashdisk. Wawan berharap setelah laporannya diterima, aparat kepolisian bisa dengan segera menindaklanjuti ke langkah selanjutnya.

“Sementara ini laporan kami baru diterima, kami berharap kepolisian langsung menindaklanjuti. Kami harap ini jadi syok terapi juga. Dan juga berharap ini biar tak ada lagi orang yang sembarangan posting tentang ujaran kebencian dan ketidakpercayaan kepada pemerintah kan bahaya,” ujarnya.

Dalam laporan itu, Said Didu dianggap melakukan pelanggaran tindak pidana ujaran kebencian atau permusuhan individu dan atau antar-golongan (SARA) dan atau kejahatan terhadap penguasa sebagaimana diatur dalam Pasal 45 A Ayat (2) Jo Pasal 28 Ayat (2) dan atau Pasal 207 KUHP. (*)

Bagikan ini :