Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Cara Menghadap Sikap Intoleran Agar Tidak Menular

Bijak Menghadapi Sikap Intoleransi Agar Anda Tidak Tertular

Page Visited: 1655
Read Time:1 Minute, 33 Second

Bijak Menghadapi Sikap Intoleransi Agar Anda Tidak Tertular

Anda akan layak disebut orang toleran jika bisa menahan diri, memaklumi, dan memberikan ruang kepada orang lain untuk melaksanakan hak atau kewajibannya terkait keyakinannya selama tidak mengganggu ketentraman dan kedamaian bersama. Ya, kurang lebih seperti itu.

Tetapi, bagaimana dengan praktiknya? Kita ambil contoh salah satunya praktik toleransi mulai melenceng dari posisinya, sehingga berubah menjadi intoleransi, sampai-sampai ada ajang “misuh tahunan” terhadap Natal dan Tahun Baru oleh sebagian kecil umat beragama.

Melihat realita seperti ini sungguh memprihatinkan karena akhir-akhir ini praktik pemaksaan kehendak makin menjadi-jadi. Secara awam, kasus “misuh tahunan” tadi tidak ada pentingnya dan hanya merusak pikiran waras kita.

Seperti kita tahu, hampir pasti terjadi setiap tahun “pertikaian” internal umat beragama saling adu hujjah, bahkan berimbas ke antarumat beragama.

Hal seperti ini, sering dilakukan kaum yang suka memaksakan pahamnya untuk menjatuhkan pemikiran lawan yang berbeda. Celakanya, praktik “asal mangap” ini justru sering dipakai untuk mengolok-olok umat beragama lain.

Baca Juga :  Menangkal Radikalisme Sejak dari Dalam Rumah Kita

Agar tidak terjadi seperti di atas, kuncinya perluas jaringan pergaulan dan budayakan sikap “lain ladang, lain belalang”, seperti apakah itu?

  1. Menghormati Saat Umat Lain Beribadah.

Menghormati saat teman atau siapapun sedang biribadah setidaknya jangan berisik dan merusak suasana beribadah. Berdoalah dengan caramu sendiri.

2. Menghormati Acara Umat Lain.

Di saat temanmu sedang puasa usahakan jangan membuatnya membatalkan puasanya, hormati dia, kalau kamu mau makan ya jangan sampai menganggu puasanya.

3. Tidak Menganggu.

Kalau anda tidak bisa menghormati agama lain setidaknya jangan menganggu orang lain beribadah. Itu lebih baik dan merupakan sikap sederhana menjaga hubungan antar umat beragama.

Lalu apa lagi yang perlu dilakukan? Sebaiknya anda tidak menjadi provokator, tidak berdebat soal perbedaan agama, dan tidak ngotot dengan kesalah-pahaman. Dengan demikian niscaya anda akan tetap waras dan terbebas dari pengaruh kaum intoleran dan mereka berangsur-angsur merasa tidak nyaman dan meninggalkan anda. Sehingga anda aman tidak tertular sikap intoleransi.

Cara Menghadap Sikap Intoleran Agar Tidak Menular.

Bagikan ini :