Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

BIN Tegaskan Kabar 3 Anggota Tertangkap FPI Kabar Hoax!

Page Visited: 1116
Read Time:2 Minute, 55 Second

Kabar Hoax, BIN Tegaskan Kabar 3 Anggota Tertangkap FPI Kabar Hoax!!!

Baru-baru ini beredar kabar yang menyebut tiga anggota Badan Intelijen Negara (BIN) tertangkap oleh FPI di Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Namun hal itu kemudian dibantah dengan tegas oleh juru bicara BIN, Wawan Hari Purwanto yang menegaskan bahwa kabar tersebut adalah tidak benar alias kabar hoax.

“Belakangan ini beredar berita tiga anggota BIN tertangkap FPI. Itu semua adalah hoax,” kata Wawan Hari Purwanto, kepada wartawan, Minggu (20/12/2020).

Wawan Hari Purwanto memastikan tidak ada nama anggota BIN yang tertangkap oleh FPI. Menurut penjelasannya terkait penangkapan tersebut, mereka semua yang disebutkan oleh FPI jelas bukan anggota BIN.

“Sebagaimana dilansir tertangkap oleh FPI, mereka semua yang disebutkan oleh FPI jelas-jelas bukan anggota BIN, alias anggota BIN gadungan,” tegas Wawan Hari Purwanto.

Kemudian Wawan juga menegaskan bahwa tidak ada operasi BIN bernama ‘Operasi Delima’. Wawan Hari Purwanto memastikan bahwa kartu anggota yang digunakan untuk mengaku anggota BIN itu palsu.

Baca Juga :  Cara Simpel Agar Selamat dari Hoax

“Bukan seperti yang dimiliki BIN asli. Banyak orang mengaku anggota BIN di berbagai wilayah di Indonesia. Banyak juga yang dijatuhi hukuman di pengadilan,” katanya menjelaskan.

“Apalagi membawa kartu identitas, hal ini tidak mungkin dilakukan dalam operasi intelijen. Apalagi disebut ada Deputi 22, tidak ada Deputi 22 itu di BIN,” sambungnya tegas.

Lebih lanjut, Wawan menjelaskan bahwa di BIN tidak ada surat perintah (Sprint) tertulis operasi apapun. Sehingga, kata dia, jika ada surat perintah berisi nama dan sandi operasi secara tertulis, apapun itu namanya, jelas semua itu tidak benar.

“Sebab di BIN tidak lazim ada tugas operasi di-sprint-kan. Jika ada orang yang mengaku-ngaku dari BIN silakan dilaporkan kepada yang berwajib. Biar jelas dan tuntas secara hukum dan tidak digoreng dipanggung opini publik,” pungkas juru bicara BIN, Wawan Hari Purwanto.

FPI Tangkap Intel BIN, Ferdinand Hutahaean: Ini Lelucon!

Beredar Viral rekaman video eksklusif yang didapat salah satu media mengenai tiga oknum diduga anggota Badan Intelijen Negara (BIN) yang tertangkap oleh anggota Front Pembela Islam (FPI).

Baca Juga :  Penyebaran Hoax di Medsos Semakin Berani, Bagaimana Meredam Hoax ?

Dalam video tersebut disebutkan bahwa diduga anggota BIN tertangkap di kawasan Megamendung, Bogor, yang terjadi tiga hari sebelum peristiwa penembakan 6 laskar FPI di Tol Cikampek.

Video tersebut juga menyebut anggota BIN menyamar sebagai jurnalis, dan setelah diperiksa mereka kedapatan membawa kartu tanda anggota (KTA) yang membuktikan keanggotaanya di BIN yang sedang menjalankan operasi Dilema.

Menanggapi hal tersebut, Ferdinand Hutahaean yang merupakan mantan politikus Partai Demokrat mempertanyakan kebenaran video tersebut.

Ferninand menganggap video itu merupakan lelucon belaka, karena menurutnya anggota BIN tidak mungkin membawa kartu tanda anggota.

“Ini lelucon, sejak kapan Anggota BIN yang (sedang) operasi membawa KTA BIN? Kalian pikir BIN itu artinya ‘Badan Intelijen Nampang’ yang kerja anggotanya nampang sebagai anggota BIN? Hahaha. BIN itu melakukan operasi selalu tertutup dan rahasia. Jangan bohongi kita ahh..!,” cuitnya sebagaimana dikutip PikiranRakyat-Cirebon.com dari akun Twitternya @FerdinandHaean3, Minggu 20 Desember 2020.

Ferdinand juga menilai tidak mungkin hal itu dilakukan anggota BIN, karena jelas bahwa sekelas intelijen asli akan bekerja tanpa identitas.

Anggota BIN itu kerja ‘BERHASIL TAK DIPUJI, HILANG TAK DICARI’, mereka bekerja tanpa identitas asli bahkan sering merubah identitasnya untuk jejak rantai kehidupan. Lah kok kalian beritakan yang begini sih? Pake TERDUGA, yang itu mungkin BINtitan,” ujarnya sambil menyindir salah satu media.

Sebelumnya diketahui, BIN telah mendapatkan tudingan itu yang menyatakan anggotanya menjalankan operasi khusus untuk mengintai FPI di kawasan Megamendung.

Video tersebut merupakan tindak lanjut dari berita yang sebelumnya yang telah beredar. Namun, BIN tegas mengatakan bahwa itu semua merupakan berita bohong alias kabar hoax. (detik.com/PR CIREBON)

Bagikan ini :