Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Ulama Indonesia Pertama yang Mengkritik Faham Wahabi

BUKU MENOLAK WAHABI, Terjemah Kitab An Nushush Al Islamiyyah Fi Radd Al Wahhabiyyah

Page Visited: 945
Read Time:1 Minute, 30 Second

KITAB ASLI: AN-NUSHUSH AL-ISLAMIYYAH FI RADD AL-WAHHABIYYAH / NASH-NASH ISLAM DALAM MENOLAK MADZHAB WAHABI TERBITAN DARUL AHYA-IL KUTUBIL ARABIYYAH MESIR, TERBIT 1922

Buku karya Wakil Rais Akbar dan Salah seorang Pendiri Nahdlatul Ulama, KH Muhammad Faqih Maskumambang ini ditulis tahun 1922 atau empat tahun sebelum kelahiran Nahdlatul Ulama (NU). Kitab berjudul An-Nushush al-Isamiyyah fi Radd al-Wahhabiyyah ini adalah karangan berbahasa Arab pertama yang membantah paham Islam anti-madzhab seperti Wahabi yang ditulis ulama asal Indonesia.

Keberadaan buku ini membuktikan persoalan Paham Wahabi sudah menjadi sedemikian problematis di tengah umat Islam di awal abad ke-20.

Judul: Menolak Wahabi, Membongkar Penyimpangan Sekte Wahabi; dari Ibnu Taimiyah hingga Abdul Qadir At-Tilmisani
Halaman: 304 Halaman
Bahasa: Arab dan Indonesia
Karya Wakil RAIS AKBAR DAN PENDIRI NAHDLATUL ULAMA: KH. MUHAMMAD FAQIH MASKUMAMBANG

Ulama Indonesia Pertama yang Mengkritik Faham Wahabi

KH Muhammad Faqih Maskumambang sendiri adalah putra keempat KH Abdul Djabbar yang masih merupakan keturunan dari Joko Tingkir alias Sultan Hadiwijaya. Ia memimpin Pesantren Maskumambang mulai tahun 1325H. sampai 1353 H. Ia seorang ulama besar yang terkenal di pulau Jawa, bahkan sampai keluar Jawa. Ia ahli dalam bidang Ilmu Tafsir, Tauhid, Fiqih, Nahwu dan Balaghah, Mantiq, Ushul Fiqih dan lain-lain. Ia sangat aktif dalam mengajar.

Baca Juga :  Ulama Indonesia Pertama yang Mengkritik Faham Wahabi Melalui Kitab

Beliau juga menulis beberapa buku. Salah satu buku karya beliau yang masih dapat dibaca adalah Al-Mandzumah Al-Dailah fi Awaili Al-Asyhur Al-Qamariyah yang berisi tentang ilmu falaq (astronomi). Buku yang terdiri dari dua teks, yakni teks pertama berupa nadzam, sedang teks kedua berisi natsar (prosa) ini ditemukan dalam koleksi KH Abdul Hadi (Pengasuh Pondok Pesantren Langitan tahun 1921-1971), sebagai salah satu buku yang diajarkan kepadanya ketika belajar kepada KH Faqih Maskumambang pada tahun 1930.

Penulisan buku yang terdiri dari nadhom dan prosa ini menunjukkan bahwa beliau telah mengadakan pendidikan ilmu fisika astronomi dengan cara yang menyenangkan. (*)

Bagikan ini :