Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Cara Shalat Khusyu' Menurut Imam Al-Ghozali

Cara Shalat Khusyu' Menurut Imam Al-Ghozali.

Cara Shalat Khusyu’ Menurut Imam Al-Ghozali

Page Visited: 1025
Read Time:1 Minute, 53 Second

Bagaimana agar shalat yang kita lakukan bisa bernilai khusu’? Sebelum menjawan pertanyaan ini kita harus tahu apa itu khusu’? Khusyu’ artinya merendah, tunduk dan tenang. Seseorang dikatakan khusyu’ apabila ia telah menundukkan hati dan pandangannya. Fokusnya hanya semata kepada Allah Ta’ala.

Betapa beruntungnya orang-orang yang khusyu’ hingga Allah Ta’ala memuji mereka di dalam Al-Qur’an.
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (QS. Al-Baqarah: 45)

Bagaimana agar khusyu’ dalam shalat? Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali (1058-1111) yang dinukil dari Kitab Bidayatul Hidayah mengatakan, seandainya ada orang jujur yang memberikan kabar pada seseorang di siang hari bahwa ia akan mati pada malam nanti atau ia akan mati seminggu atau sebulan lagi, niscaya ia akan istiqamah atau konsisten berada di jalan yang lurus.

Pastinya ia juga akan meninggalkan segala sesuatu yang ia anggap akan menipunya dan tidak mengarah kepada Allah Ta’ala. Jadi, siapa yang memasuki waktu pagi sedang ia berharap bisa mendapati waktu sore. Atau sebaliknya siapa yang berada di waktu sore lalu berharap bisa mendapati waktu pagi, maka sebenarnya ia lemah dan menunda-nunda amalnya. Ia hanya bisa berjalan dengan tidak berdaya.

Baca Juga :  KHILAFAH TAHRIRIYAH YUSANTO-IYAH DALAM PANDANGAN EKS KETUA HTI

Ada satu nasihat indah dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam (SAW), Beliau bersabda: “Shalatlah seperti shalatnya orang yang akan berpisah (dengan dunia)”. Beliau SAW telah diberi kemampuan berbicara dengan ucapan yang singkat, padat, dan tegas. Itulah nasihat yang bermanfaat.

Kata Imam Al-Ghozali, siapa yang menyadari dalam setiap shalat yang ia kerjakan merupakan shalat terakhir, maka hatinya akan khusyu’ dan dengan mudah ia bisa menyiapkan diri sesudahnya. Namun, siapa yang tak bisa melakukan itu, ia senantiasa akan lalai, tertipu, dan selalu menunda-nunda hingga kematian tiba. Hingga pada akhirnya ia menyesal karena waktu telah tiada.

Demikian ajaran Imam Al-Ghozali berupa tips agar shalat menjadi khusyu’. Selain berusaha menghadirkan Allah dalam shalat, seseorang harus membuang rasa waswas dan bisikan setan. Satu hal lagi yang tidak boleh diabaikan adalah memuliakan (menjaga) adab salat.

Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang khusyu’ dalam shalat. Wallahu A’lam Bisshowab.

Bagikan ini :