Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Cirikhas Aswaja atau Ahlussunnah Waljamaah

Cirikhas Aswaja atau Ahlussunnah Waljamaah

Page Visited: 3113
Read Time:1 Minute, 36 Second

Cara mengenal kaum Aswaja sangat mudah, mereka punya cirikhas tersendiri, kaum Aswaja atau Ahlussunnah Waljama’ah sangat mudah dikenali dari cirikhasnya.

Bagaimana caranya mengenal aliran atau kelompok dalam Islam yang memang dari sononya sdh diperingatkan Nabi Muhammad bahwa Ummatnya akan terpecah menjadi 73 golongan? Dari 73 golongan ini ada 3 kelompok besar, yaitu Ahlussunnah Wal jamaah, Syi’ah dan Wahabi.

Di sini akan diungkap cirikhasnya terutama untuk mengenal golongan Aswaja atau golongan Ahlussunnah Wal Jamaah.

Baca juga : Pelajaran dari Hilangnya Makam Ki Bagus Hadikusumo

Di dalam kitab Syarah Irsyadul Ibad karya Imam al-Fadhil as-Syaikh Zainuddin bin Abdul Aziz bin Zainuddin Al-Malibari dijelaskan bahwa:

“Ciri kelompok atau golongan Asli Ahlussunnah wal jamaah adalah kelompok atau golongan yang banyak membaca sholawat kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam.” (Diriwayatkan oleh Abul Qashim at Taimiy).

Ada Ahlussunnah Wal Jamaah Palsu

Jika akhir akhir ini ada kelompok atau golongan yang melarang membaca sholawat, benci kepada majlis sholawat, membid’ahkan orang yang membaca sholawat atau sholawatan, maka mereka bukanlah termasuk kelompok Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Baca Juga :  Tak Punya Partai Ngebet Nyapres, Gatot Nurmantyo Paling Mentok Jadi Menteri

Mereka yang anti sholawatan (membaca sholawat) adalah kelompok baru yang justru disebut sebagai ahlul bid’ah sejati. Karena mereka tidak mau mengikuti ajaran Rasulullah, sahabat nabi, para tabi’in dan tabiit tabi’in (Para Imam Madzhab) dan membuat madzhab sendiri.

Mereka termasuk sesat karena membawa ajaran tajsim dan tasybih (menganggap Allah berjasad / berbentuk dan menyerupai mahluk ciptaan Allah). Mereka sebagai penerus aliran Mujassimah, Musyabihah dan Khawarij.

Baca : Nabi Muhammad Manusia Paling Istimewa di Muka Bumi

Mereka sesat karena tidak mau mengikuti fatwa ulama Salaf seperti pendapat para imam madzhab dan hanya mengikuti ulama dan para pimpinannya sendiri yang bukan tergolong sebagai ulama Salaf (walaupun mereka menyebut dirinya salafi).

Maka, jika kita mengaku sebagai bagian dari golongan atau kelompok Ahlussunnah Waljamaah, cintailah sholawat Nabi, perbanyaklah baca Sholawat Nabi, hadiri majlis sholawat, lakukan aktifitas sholawatan di setiap event, setiap waktu dan setiap kesempatan.

(Sumber dari Buya H Amar Ma’ruf, Majelis Ta’lim Dzikrul Muhajirin, Depok Jawa Barat)

Bagikan ini :