Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Sindiran Baret Merah Danjen Soal Gatot Para Pensiunan

Danjen Kopassus Sindir Keras Soal Gatot Nurmatyo Pakai Baret Merah Saat Deklarasi KAMI

Page Visited: 409
Read Time:2 Minute, 33 Second

Gatot Nurmantyo Disindir Danjen Kopassus Mayjen TNI Mohamad Hasan karena Pakai Baret Merah Tidak Pada Tempatnya

Purnawirawan Pengawal Kedaulatan Negara (PPKN) adalah perkumpulan Para purnawirawan TNI yang sudah pensiun. Ketika mereka menghadiri acara tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata menggunakan baret merah hingga sempat menimbulkan keributan beberapa waktu lalu. Salah seorang pensiunan yang menggunakan lambang baret merah itu adalah mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Menanggapi tingkah polah para pensiunan TNI tersebut, Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Mohamad Hasan mengingatkan para pensiunan TNI untuk menggunakan baret merah secara bijak dan tidak menggunakannya di luar ketentuan. Hal ini dikatakan oleh Mayjen Hasan usai menghadiri HUT TNI Ke- 75 secara virtual.

“Kami sebagai pembina korps juga mengingatkan semua pensiunan serta mereka yang mendapat kehormatan memakai baret merah untuk menggunakannya secara bijak,” kata Hasan, Senin 5 Oktober 2020.

Menurut Kompjen Kopassus tersebut, lambang baret merah tidak boleh digunakan sembarangan dan sangat dihargai oleh Korps Kopassus. Selain itu, menurut Hasan penggunaan baret merah itu sendiri harus berkaitan dengan acara Kopassus.

Baca Juga :  PKC PMII Jawa Timur Ancam Laporkan Gatot Nurmantyo ke Polisi atas Pencemaran Nama Baik PMII

“Sebagaimana yang disampaikan para sesepuh bahwa baret merah merupakan kehormatan bagi prajurit Kopassus dan simbol yang harus diapresiasi tinggi. Oleh karena itu dalam penggunaannya harus terkait dengan acara Kopassus itu sendiri,” demikian sindiran keras Hasan.

Hasan melanjutkan, penggunaan lambang baret merah sudah lama terjadi. Hasan juga menyayangkan masih ada pihak yang menyalahgunakan lambang baret merah tersebut. Bahkan dilakukan sendiri oleh mantan Panglima TNI gatot Nurmantyo yang seharusnya menjadi teladan.

“Itu sudah lama beredar. Kami juga banyak menerima keluhan, kritik, dan kekhawatiran tentang penggunaan (simbol),” kata Danjen Kopassus Mohamad Hasan.

Seperti ramai diberitakan sebelumnya, Gatot Nurmantyo melakukan ziarah ke TMP Kalibata, Jakarta Selatan pada Rabu (31/9/2020). Gatot tidak datang seorang diri melainkan bersama dengan rombongan.

Dalam rombongan, tercatat hadir Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) periode 2005-2007 Laksamana (Purn) Slamet Soebijanto, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) periode 2009-2012 Marsekal (Purn) Imam Sufaat, Komandan Korps Marini (Dankormar) periode 1996-1999 Letjen (Purn) Suharto.

Kemudian ada Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus periode 2007-2008 Mayjen Soenarko dan beberapa pensiunan jenderal yang tergabung dalam Purnawirawan Pengawal Kedaulatan Negara (P2KN) serta Forum Komunikasi Keluarga Purnawirawan Baret Merah (FKKPBM) lainnya, termasuk relawan.

Baca Juga :  Muhadjir Effendi Ajak Milenial Berpikir Out Of The Box Seperti Pak Jokowi

Karena mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini datang berombongan, aparat mengingatkan agar yang masuk ke area TMP Kalibata dibatasi maksimal 30 orang. Meski sempat berdebat dengan Komandan Kodim 0504/Jaksel Kolonel (Inf) Ucu Yustiana, Gatot akhirnya dibolehkan berziarah.

Ternyata, kedatangan Gatot memang seperti dinantikan pihak lawan. Entah dari mana asalnya, kemudian muncul pendemo yang beraksi menolak kedatangan Gatot untuk berziarah. Beruntung, aparat akhirnya menghalau pendemo tersebut sehingga tidak sampai bentrok dengan relawan KAMI, yang ikut datang ke TMP Kalibata.

Memalukan sebenarnya seorang mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo disindir Danjen Kopassus Mayjen TNI Mohamad Hasan karena memakai baret merah tidak pada tempatnya.

Danjen Kopassus menyindir Gatot Nurmantyo karena menggunakan baret merah saat acara tabur bunga dan deklarasi KAMI yang dilakukan oleh sejumlah purnawirawan TNI di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, beberapa waktu lalu.

Hasan mengatakan bahwa bentuk penghormatan Kopassus kepada baret merah adalah tidak menggunakan baret merah pada tempat yang tidak sesuai dan menimbulkan kontroversi. (*)

Baca Juga :  Anarkisme Laskar Takfiri di Pasar Kliwon Solo, GP Ansor Jateng Desak Polisi Tangkap Para Perusuh
Sindiran Keras Baret Danjen Soal Gatot Pakai Baret Merah
Bagikan ini :