Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Deklarator KAMI Tepis Anggapan Tiarap, Mengaku Konsentrasi ke Bareskrim 2

Deklarator KAMI Tepis Anggapan Tiarap, Mengaku Konsentrasi ke Bareskrim

Page Visited: 1521
Read Time:1 Minute, 37 Second

Deklarator KAMI Tepis Anggapan Tiarap, Mengaku Konsentrasi 90 Persen ke Bareskrim

JAKARTA – Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Andrianto, menepis anggapan tiarap terhadap KAMI dan tak bersuara lagi untuk aksi penentangan kebijakan pemerintah. Menurutnya, saat ini KAMI yang dipimpin trio Gatot Nurmantyo, Din Syamsuddin, dan Rochmat Wahab sedang konsentrasi membantu anggotanya yang ditangkap polisi di Bareskrim.

“Kalau dibilang tiarap nggak juga, konsentrasi kita 90 persen ke Bareskrim, untuk mengatasi tekanan yang mungkin dihadapi teman-teman yang sedang ditahan,” ujar Andrianto kepada SINDOnews, Senin (26/10/2020).

Baca juga: KAMI Tak Kelihatan Lagi, KAMI Hanya Seumur Jagung?

Andrianto menambahkan, pihaknya saat ini juga tengah melakukan analisis apakah ada skenario sekadar ingin melumpuhkan KAMI atau membunuh KAMI.

Seperti diketahui, sejumlah anggota KAMI ditangkap polisi atas dugaan keterlibatan aksi demo rusuh di mana-mana di Indonesia dalam menolak UU Cipta Kerja. Di sisi lain, setelah ditangkapnya beberapa anggota KAMI itu, Mantan Panglima TNI Gatot nurmantyo juga telah mengakui bahwa UU Cipta Kerja memiliki tujuan yang baik untuk negara dan bangsa.

Baca Juga :  Ini Jawaban Polri ke Para Tokoh yang Kritik Polisi Borgol Anggota KAMI

Adapun kesan tiarapnya KAMI pusat, di luar upaya yang dilakukan KAMI di tingkat pusat, kata Andrianto, jejaring KAMI di berbagai daerah terus bergerak. Pekan lalu misalnya, digelar deklarasi KAMI Sumatera Selatan.

“Ke depan dilanjutkan ada deklarasi di Jambi. Pada 10 November juga akan digelar deklarasi di Lampung. Persoalan dihadiri atau tidak oleh Presidium, itu hanya masalah teknis,” ujar deklarator KAMI yang pernah ditahan di era Orde Baru ini.

Deklarator KAMI Tepis Anggapan Tiarap, Mengaku Konsentrasi ke Bareskrim.

Diberitakan sebelumnya, suara Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dinilai tak lagi terdengar untuk “mengkritisi” kebijakan pemerintah setelah sejumlah anggotanya ditangkap polisi. Padahal, publik pendukung menunggu konsistensi KAMI sebagai gerakan moral dan intelektual.

Baca juga: Sejak Para Pentolan KAMI Ditangkap, KAMI Seakan Menghilang dari Publik

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno tak menampik bahwa gerakan KAMI cenderung tak terdengar lagi setelah para anggotanya ditangkap.

“Manuver mereka tak lagi kelihatan. Pertemuan atau deklarasi di beberapa daerah kini tak lagi ada,” kata Adi Prayitno saat dihubungi SINDOnews, Senin (26/10/2020). (*)

Bagikan ini :

Mungkin Luput dari Anda