Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Demo di Tulungagung, Ribuan Massa Tolak Munculnya Gerakan Radikalisme

Demo di Tulungagung, Ribuan Massa Tolak Munculnya Gerakan Radikalisme

Page Visited: 1205
Read Time:1 Minute, 38 Second

Ribuan Massa Demo di Tulungagung Tolak Munculnya Gerakan Radikalisme

Di Tulungagung, Ribuan massa dari berbagai organisasi masyarakat (Ormas) menggelar aksi demo di depan kantor DPRD Kabupaten Tulungagung, Senin (3/8/2020).

Masyarakat yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat Anti Radikalisme (AMAR) itu di antaranya terdiri dari Pemuda Pancasila, Pagar Nusa, GP Ansor, BANSER, LPKAN, APN, PGN, PMII, Karang Taruna, IPNU, IPPNU, Fatayat NU, Kopri, Gusdurian, Kahuripan, Sahabat Nusantara, RMI, LP Maarif NU, BEM IAIN, BEM STAI Diponegoro, BEM Unita, BEM STKIP, BEM STIKES, ISNU, GMP, BMPI, Porsigal, Forsis, 1000 Rebana, PBM, Tim baduak dan Klekar karpet macan.

“Tulungagung pernah menjadi sarang teroris, kita ingatkan agar jangan sampai kembali bangkit kelompok radikalisme dan terorisme,” kata orator melalui pengeras suara dari atas kendaraan.

Baca juga: Tetap Waspada Terhadap Perekrutan Teroris Melalui Jejaring Offline

Aksi juga menyoroti masalah keberadaan kelompok yang di duga berpaham wahabisme (Wahabi) yang sedang berupaya membangun yayasan di desa Tapan dan menamakan dirinya Imam Syafii.

Baca Juga :  Cinta NKRI Perlu Ditingkatkan untuk Bentengi Diri dari Ideologi Asing

Tujuh aspirasi yang disampaikan di antaranya,

  1. Mendorong pemerintah untuk melaksanakan tugasnya sesuai amanat perundang-undangan.
  2. Tegakkan supremasi hukum.
  3. Mendorong pemerintah untuk menolak segala bentuk radikalisme dan terorisme.
  4. Kembalikan ketentraman Kabupaten Tulungagung.
  5. Tarik pasukan dari Desa Tapan/Yayasan Imam Syafii.
  6. Bubarkan Kombatpol.
  7. Tuntaskan proses hukum Yayasan Imam Syafii desa Tapan.

Kemudian mantan ketua PC GP Ansor Tulungagung, Syahrul Munir meminta kepada segenap peserta untuk merapatkan diri sebagai bentuk kekompakan sekitar 50 elemen masyarakat yang turut aksi.

Kumandang salawat dan lagu Yalal Wathon dengan kompak dinyanyikan dengan meneriakkan yel-yel ganyang radikalisme dan terorisme.

Baca juga: Langkah Antisipasi Perkembangan Ideologi Khilafah di Kampus

Sementara itu, Kabag Ops Polres Tulungagung Kompol Supriyanto yang berada di lokasi mengatakan jika petugas keamanan yang diturunkan mencapai 900 personel.

“Dari internal Polres, Polsek dan Polres penyangga masing-masing 100 personel,” kata Supriyanto.

Polres penyangga yang dimaksud adalah Polres Trenggalek, Kediri dan Blitar.

Sejumlah pimpinan ormas menyampaikan sikapnya dan mengecam adanya kelompok teroris dan radikalisme yang merongrong NKRI dan Pancasila.

Baca Juga :  BICARA JEJAK KHILAFAH DI NUSANTARA, BUKAN HIZBUT TAHRIR KALAU TIDAK LICIK DAN PENDUSTA

Laporan ditulis Sarno, Tulungagung. (qa/ummatina/Infobanua.co.id)

Bagikan ini :