Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Dengan KAMI Gatot Nurmantyo Berat Jadi Capres, Kata Pengamat Politik

Dengan KAMI Gatot Nurmantyo Berat Jadi Capres.

Dengan KAMI Gatot Nurmantyo Berat Jadi Capres, Kata Pengamat Politik

Page Visited: 636
Read Time:2 Minute, 18 Second

Kata Pengamat Politik : dengan Sekedar KAMI, Gatot Nurmantyo Berat Jadi Calon Presiden

Menurut M. Qodari, apabila Gatot Nurmantyo ingin ikut mengajukan diri sebagai calon presiden, ia harus memiliki partai yang bisa mengusungnya. Tidak sekadar KAMI saja.

Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo belakangan sedang santer disebut-sebut akan maju dalam pesta demokrasi Pemilihan Presiden 2024. Sejumlah pihak menyebut, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) akan menjadi kendaraannya untuk menuju ke pilpres 2024.

Pengamat Politik, Muhammad Qodari akhirnya buka suara menanggapi isu capres 2024 ini. Dia mengatakan sah-sah saja apabila Gatot Nurmantyo memang berencana untuk ikut dalam konstelasi politik 2024 nanti.

Sebab, keterlibatan tersebut merupakan salah satu haknya sebagai warga negara. Kendati demikian, Qodari mengingatkan bahwa untuk maju sebagai peserta pada Pilpres 2024 mendatang, Gatot Nurmantyo perlu memiliki kendaraan politik.

Kendaraan politik yang dimaksud tidak lain adalah partai politik yang akan membawa dan mengusungnya. Pasalnya, KAMI yang saat ini dideklarasikan oleh Gatot Nurmantyo disebut hanya untuk melakukan manuver, dinilai tidak cukup ampuh jadi kendaraan politik untuk berperang di Pilpres 2024.

Baca Juga :  Deklator KAMI, Gatot Nurmantyo Dilaporkan PMII Bandung ke Polda Jabar

“Jalurnya salah, jalurnya itu partai politik. KAMI ini bukan partai politik dan tidak punya kursi. Kalau pun misalnya KAMI ikut Pemilu 2024, itu pun belum bisa digunakan hasilnya untuk maju Pilpres 2024,” ujar Qodari dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam TV One, Senin (28/9/2020).

Qodari juga mengatakan bahwa pada Pilpres 2024 mendatang, pesertanya merupakan penyesuaian dan berkaitan dengan jumlah perolehan kursi pada 2019 silam oleh partai pengusung kandidat tersebut.

Menurut pengamatan Qodari, Gatot Nurmantyo disarankan untuk tidak membesar-besarkan KAMI.

“Jadi jangan sampai kucing dikira macan. Atau malah membesar-besarkan KAMI,” lanjut Qodari.

Lebih lanjut lagi, Pengamat Politik tersebut juga menyinggung jalur ‘jalanan’ yang digunakan Gatot Nurmantyo untuk menarik simpati publik. Menurutnya, cara semacam ini sudah kuno dan ketinggalan zaman. Cara tersebut pernah dipakai oleh Amien Rais di masa awal reformasi silam.

Selain itu, Qodari pun malah menyebut sejumlah nama yang dirasa pas untuk mengisi peluang Capres saat ini daripada Gatot Nurmantyo. Salah satunya adalah Prabowo Subianto yang juga menjadi salah satu Calon Presiden dalam Pilpres 2019 lalu.

Baca Juga :  Gatot Nurmantyo Bersama KAMI Memang Berorientasi Politik dan Kekuasaan

Tak hanya Prabowo Subianto, Qodari juga mengatakan bahwa sejumlah kepala daerah juga potensial untuk maju ke Pilpres 2024 nanti meskipun ia tidak tergabung dalam partai.

“Hari ini yang paling potensial menjadi presiden itu adalah Pak Prabowo, yang punya partai dan menteri misalnya. Kemudian orang seperti Pak Ridwan Kamil, Pak Anies Baswedan, yang kepala daerah, enggak punya partai tapi Kepala Daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Qodari memberikan sarannya terkait soal penolakan deklarasi KAMI. Ia meminta warga masyarakat yang berbeda pandangan supaya tidak melakukan penolakan dan penghadangan secara anarkis. Sebab, cara tersebut tidak akan mendatangkan manfaat. Menurut dia, cara yang benar untuk menghadang adalah dengan memanfaatkan pikiran, bukan fisik dan tenaga semata.

“Jangan diadang dengan fisik, tapi pikiran,” sarannya. (Ummatina/dari berbagai sumber)

Bagikan ini :