Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Di Jerman, 12 Pria Didakwa Hendak Serang Masjid dan Bunuh Muslim

Di Jerman, 12 Pria Didakwa Hendak Serang Masjid dan Bunuh Muslim

Page Visited: 915
Read Time:1 Minute, 27 Second

Hendak Serang Masjid dan Akan Membunuh Muslim, 12 Pria Diadili di Jerman

BERLIN – Kejaksaan Jerman mendakwa 12 pria yang merencanakan akan melakukan serangan bersenjata di masjid-masjid untuk membunuh atau melukai sebanyak mungkin umat Muslim.

Menurut kejaksaan Jerman, rencana serangan ke masjid-masjid itu memiliki pendanaan yang baik.

“Mereka bertujuan melancarkan serangan ke masjid-masjid dan membunuh serta melukai sebanyak mungkin Muslim untuk menciptakan kondisi seperti perang sipil,” ungkap pernyataan jaksa.

Jaksa penuntut mengatakan para tersangka, 11 orang anggota geng dan satu orang kaki tangan, telah bertemu secara teratur untuk merencanakan serangan itu. Semua terdakwa, kecuali satu orang berjanji menyumbang ribuan dolar untuk membeli senjata senilai 50.000 euro.

Semua tersangka adalah orang Jerman. Semua terdakwa kecuali satu orang telah ditahan. “Satu orang masih buron,” papar jaksa di kota tenggara Stuttgart.

Seorang lainnya telah meninggal dalam tahanan. Tidak ada rincian lebih lanjut yang tersedia mengenai kondisi dan penyebab kematiannya.

Baca Juga :  Wabah Covid-19 Makin Parah di AS, Sehari 39.000 Orang Terinfeksi

Jerman telah mengalami sejumlah serangan oleh kelompok sayap kanan dalam beberapa tahun terakhir yang ditujukan pada minoritas dan mereka yang dianggap mendukungnya.

Para anggota Gerakan Bawah Tanah Sosialis Nasional (NSU) dihukum pada 2018 karena sejumlah pembunuhan terhadap etnis Turki selama satu dekade.

Tahun lalu, ekstremis sayap kanan lainnya menargetkan sinagog Yahudi di Jerman Timur, menewaskan dua orang yang berada di sekitar lokasi itu.

Seorang simpatisan sayap kanan diadili karena membunuh politisi konservatif Walter Luebcke. Luebcke, pendukung vokal Kanselir Jerman Angela Merkel, telah meminta para pengungsi untuk diberikan dukungan dan sambutan yang mereka butuhkan selama krisis pengungsi 2015.

Para simpatisan sayap kanan juga telah dibuka kedoknya yang ternyata ada di jajaran personel kepolisian dan angkatan bersenjata.

Perlu diketahui, ekstremisme sayap kanan sangat sensitif di Jerman karena tanggung jawabnya atas genosida Nazi pada Perang Dunia Kedua terhadap enam juta orang Yahudi Eropa. (*)

Bagikan ini :

Mungkin Luput dari Anda