Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Di Jerman, Bocah 11 Tahun Ancam Gurunya Akan Dipenggal

Di Jerman, Bocah 11 Tahun Ancam Gurunya Akan Dipenggal

Page Visited: 788
Read Time:1 Minute, 25 Second

Di Jerman, Seorang Siswa 11 Tahun Ancam Gurunya Akan Dipenggal

BERLIN – Seorang bocah berumur 11 tahun di Jerman berani mengancam akan memenggal kepala gurunya setelah sang guru menjelaskan bahwa akan ada konsekuensi bagi siswa yang orang tuanya tidak menghadiri pertemuan mendatang.

Media setempat yang mengutip kepala sekolah; Karina Jehniche, melaporkan bahwa siswa yang berani membuat ancaman kepada gurunya dengan ancaman mengerikan itu merupakan siswa Muslim.

Ancaman itu bermula ketika guru di sekolah dasar (SD) Christian Morgenstern di Spandau, pinggiran Berlin, memberi tahu para siswa bahwa sangat penting agar semua orang tua menghadiri pertemuan, karena itu akan memberi mereka kesempatan untuk mendiskusikan masalah apa pun.

Sesaat kemudian siswa 11 tahun itu berkata; “Jika itu terjadi karena orang tua saya tidak muncul, maka saya akan melakukan hal yang sama kepada Anda seperti yang dilakukan anak laki-laki itu kepada guru di Paris.”

Siswa itu merujuk pada kekejaman di dekat Paris pada bulan Oktober lalu, di mana guru bernama Samuel Paty dipenggal remaja asal Chechnya setelah menunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelasnya selama pelajaran tentang kebebasan berbicara. Kartun yang memicu kemarahan umat Muslim di seluruh dunia itu adalah kartun yang diterbitkan majalah satire Prancis, Charlie Hebdo.

Baca Juga :  Perang Suriah Pacu Rusia Sempurnakan Senjata dan Peralatan Militer

Karina Jehniche memberi tahu Ibu siswa tersebut tentang ancaman pemenggalan kepala, dia diberitahu bahwa dirinya pasti datang ke sekolah karena dia dan suaminya tidak ingin ancaman itu benar-benar terjadi.

Jehniche menambahkan bahwa murid-murid di kelas “sangat terkejut” dengan ancaman itu.

Der Tagesspiegel, mengutip guru lain dari sekolah tersebut, pada Rabu (11/11/2020), mengatakan bahwa murid ini telah membuat pernyataan yang mengkhawatirkan sebelumnya ketika dia membuat komentar usai satu menit mengheningkan cipta untuk mengenang Samuel Paty. Dia bilang jika seseorang berani menghina Nabi Muhammad, dia kemungkinan akan dibunuh. (*)

Bagikan ini :