Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Gatot Nurmantyo Diberi Bintang Mahaputera, Gatot Nurmantyo Malu-malu tapi Mau

Diberi Bintang Mahaputera, Gatot Nurmantyo Malu-malu tapi Mau?

Page Visited: 1056
Read Time:2 Minute, 13 Second

Mahfud MD: Gatot Tak Hadir Tapi Mau Terima Bintang Jasa Jokowi

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan bahwa Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo tetap menerima Bintang Mahaputera dari Presiden Joko Widodo meski tak hadir dalam acara penyematan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/11).

Mulanya, Gatot diundang ke Istana untuk diberikan Bintang Mahaputera atas jasanya sebagai mantan Panglima TNI 2015-2017. Namun Gatot tak mau hadir dalam acara penyematan.

Seperti diketahui sebelum ini, Gatot Nurmantyo sebagai deklarator KAMI sangat lantang bersuara terkait Indonesia yang harus diselamatkan. Sehingga Gatot bersama kawan-kawanya membentuk gerakan KAMI yang merupakan singkatan dari “Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia”. Sepak terjang gerakan KAMI ini secara langsung menyerang pemerintahan Jokowi yang dianggap gagal.

Apakah karena suaranya memojokkan pemerintah itu sehingga Gatot menolak hadir padahal sebenarnya mau menerima Bintang Mahaputra? Kesannya Gatot Nurmantyo malu-malu tapi mau?

“Dari sekian banyak yang dianugerahi, ada yang tidak hadir yaitu Bapak Gatot Nurmanyo. Tetapi dalam suratnya itu, menyatakan menerima,” kata Mahfud di Istana Negara seperti disiarkan akun Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (11/11).

Baca Juga :  Menolak KAMI Selamatkan Bangsa dari Perpecahan

“Menerima pemberian bintang jasa ini tetapi beliau tidak bisa hadir karena beberapa alasan. Pertama karena suasana Covid,” tambahnya.

Mahfud menjelaskan bahwa Gatot hanya tidak bisa menghadiri acara penyematan. Bukan berarti tidak menerima. Pemerintah, kata Mahfud, akan mengirimkan Bintang Mahaputera kepada Gatot.

“Nanti dikirim oleh sekretaris militer. Beliau menyatakan menerima ini. Hanya tidak bisa hadir penyematannya,” kata Mahfud.

Sebelumnya, Presiden Jokowi diagendakan memberi penghargaan Bintang Mahaputera kepada 71 orang. Salah satunya eks Panglima TNI Jenderal Purn. Gatot Nurmantyo di Istana Negara, Rabu (11/11).

Menko Polhukam Mahfud MD saat menyampaikan Keterangan Pers terkait Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi. Jakarta. Kamis (12/12/2019).

Namun, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menyatakan Gatot telah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo karena tak bisa hadir.

“Pak Gatot bersurat kepada Presiden tidak hadir. Isinya nanti bapak Menko Polhukam yang akan menyampaikan,” kata Heru dalam rekaman wawancara, Rabu (11/11).

Rencana pemberian Bintang Mahaputera kepada Gatot juga sempat menuai pertanyaan publik. Alasannya, selama ini Gatot kerap mengkritik pemerintah. Dia pun menjadi deklarator Koalisi Aksi menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang notabene kerap mengkritisi pemerintah.

Baca Juga :  Syekh Ali Jaber Ihlas Hadapi Musibah, Sugik Nur Malah Menyindirnya

Salah satu deklarator KAMI, Marwan Batubara menyebut penghargaan itu merupakan upaya pemerintah melemahkan semangat oposisi. Dia mengklaim sebagian besar anggota KAMI sepakat agar Gatot menolak pemberian penghargaan dari Jokowi.

“Pemberian penghargaan secara tiba-tiba dan timing tidak jelas, artinya memang ada motif tersembunyi atau cara untuk menaklukkan musuh,” kata Marwan saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (6/11).

Akan tetapi, Menko Polhukam Mahfud MD menjelaskan bahwa Bintang Mahaputera memang biasa diberikan kepada tokoh yang pernah menjabat sebagai pimpinan lembaga tinggi negara. Termasuk Gatot selaku mantan Panglima TNI periode 2015-2017. (*)

Bagikan ini :