Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Dibunuh ISIS, Kuburan Massal 2.000 Warga Sipil Digali Pemerintah Irak

Dibunuh ISIS, Kuburan Massal 2.000 Warga Sipil Digali Pemerintah Irak

Page Visited: 1013
Read Time:1 Minute, 12 Second

Pemerintah Irak Menggali Kuburan Massal 2.000 Warga Sipil yang Dibunuh ISIS

BAGHDAD – Pemerintah Irak berupaya membuka kuburan “Al-Khasfa” di Niniwe, Irak Utara, tempat dikuburnya sekitar 2.000 mayat warga sipil yang dibunuh kelompok ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).

Anggota dewan Dewan Menteri Irak Saad Al-Abdali mengatakan kepada Assabah bahwa pembukaan makam itu membutuhkan “upaya internasional”. Menurut dia, “Kuburan massal itu yang terbesar dan paling berdarah.”

“Mayat-mayat itu dibuang secara vertikal dan kumulatif, yang berarti sisa-sisa tubuh dan tulang bercampur, sehingga sulit untuk mengidentifikasi para korban dan mengembalikannya ke keluarganya,” ungkap Al-Abdali, dilansir Memo.

Pejabat Irak menjelaskan, tim khusus dalam penanganan kuburan massal telah mulai merencanakan penggalian.

Al-Khasfa terletak di barat daya kota Mosul, Irak utara, di daerah gurun yang ditinggalkan.
Pada Juli lalu, dilaporkan penemuan kuburan massal berisi sisa-sisa 600 mayat di Irak utara.

Pernyataan singkat yang dikeluarkan Direktorat Syuhada Provinsi Niniwe menyebutkan kuburan massal itu ditemukan di kawasan Al-Kesk, antara kota Mosul dan distrik Tal Afar, yang berisi sisa-sisa 600 jenazah.

Baca Juga :  Wabah Covid-19 Makin Parah di AS, Sehari 39.000 Orang Terinfeksi

Ketika otoritas Irak menguasai kota Mosul dari ISIS pada akhir 2017, mereka menemukan lusinan kuburan massal, tempat organisasi teroris itu mengubur orang-orang yang telah dieksekusi.

ISIS terus melakukan serangan di daerah tersebut meskipun pemerintah telah mendeklarasikan kemenangan atas kelompok teroris tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir, serangan oleh tersangka militan ISIS meningkat, khususnya di wilayah antara Kirkuk, Salahuddin dan Diyala, yang dikenal sebagai “Segitiga Kematian”. (*)

Bagikan ini :