Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

"DOSA RIBA LEBIH BESAR DARI ZINA DENGAN IBU KANDUNG" ADALAH PERNYATAAN BATIL

“DOSA RIBA LEBIH BESAR DARI ZINA DENGAN IBU KANDUNG” ADALAH PERNYATAAN BATIL

Page Visited: 116
Read Time:4 Minute, 43 Second

KAJIAN TENTANG “DOSA RIBA LEBIH BESAR DARI ZINA DENGAN IBU KANDUNG”, BENARKAH PERNYATAAN INI ?

Dosa Zina itu termasuk dalam bab Jinayat (pidana Islam), sedangkan dosa riba tidak termasuk dalam bab Jinayat. Logikanya, bagaimana mungkin dosa riba melebihi dosa perbuatan zina, apalagi disebut dosa riba melebihi dosa berzina dengan ibu kandung?

Seorang tabi’in yang bernama Ka’ab Al-Ahbar, seorang mantan pendeta Yahudi yang paham akan kitab-kitab Yahudi, bahkan bisa mengetahui secara umum manakah yang shahih dan batil dari kitab tersebut (Lihat Siyar A’lam An-Nubala’, 3: 489-894).

Ka’ab al-Ahbar atau nama lengkapnya Abu Ishaq Ka’ab bin Mati’ al-Humyari al-Ahbar, adalah seorang rabbi Yahudi yang berpindah menjadi muslim pada masa awal Khulafaur Rasyidin di Madinah. Ia disebutkan berasal dari suku Dhu Ra’in atau Dhu al-Kila. Ia dapat digolongkan sebagai Tabi’in karena tidak pernah bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. Ia meriwayatkan banyak hadist Israiliyat.

Baca juga : KH. MA’RUF AMIN: Berdakwah dengan Missi Memberantas Komunisme

Satu hal yang paling menghebohkan dan viral adalah Ka’ab pernah mengabarkan bahwa ia lebih suka melakukan zina berpuluh-puluh kali daripada memakan barang riba. Sebagaimana ia mengatakan:

“Aku berzina sebanyak 33 kali lebih aku suka daripada memakan satu dirham riba yang Allah tahu aku memakannya ketika aku memakan riba.” (HR. Ahmad, 5: 225).

Keharaman riba telah disepakati oleh para ulama. Namun apakah bunga bank itu termasuk riba? Para ulama berbeda pandangan. MUI mengatakan: Iya, termasuk riba.
Namun para ulama Mesir yang tergabung dalam Majma’ al-Buhuts Islamiyah (MBI) mengatakan tidak. Mufti Taqi Usmani dari Pakistan mengatakan Iya. Namun Mufti Nasr Farid Wasil dari Mesir mengatakan Tidak. Syekh Wahbah az-Zuhaili mengatakan Iya. Sayyid Thantawi (Grand Syekh al-Azhar) mengatakan Tidak.

Baca Juga :  Jelas, Radikalisme Itu Melecehkan Islam, Merusak Citra Islam

Jadi, buat ulama yang menganggap bunga bank termasuk riba, maka hukumnya haram, dengan segala konsekuensinya termasuk bekerja di bank konvensional. Sementara buat ulama yang menganggap bunga bank bukan termasuk riba maka hukumnya boleh, termasuk boleh bekerja di bank konvensional.

Baca juga : Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki dan Kisah Kematian yang Indah

Dosa Riba Berlebihan Melawan Akal Sehat

Namun belakangan ini beredar meme/gambar sampai baliho/spanduk yang mengutip hadits Nabi yang mengatakan 1 dirham riba lebih besar dosanya dari perbuatan zina sebanyak 36 kali.

Bahkan ada hadits yang lebih serem lagi jika dilihat dari sisi logika: Riba memiliki 72 pintu. Yang paling rendah seperti menzinahi ibu kandung.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman)

Dari ‘Abdullah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Riba itu ada 73 pintu.” (HR. Ibnu Majah, no. 2275).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Riba itu ada tujuh puluh dosa. Yang paling ringan adalah seperti seseorang menzinai ibu kandungnya sendiri.” (HR. Ibnu Majah, no. 2274).

Baca Juga :  Presiden China Xi Jinping Ternyata Sahabat Dekat Palestina

Mari kita bahas sanad dan matan hadits di atas. Apakah Sahih haditsnya?

Baca juga : Hari Raya Idul Adha 1441 akan jatuh pada 31 Juli 2020

Hadits dengan redaksi yang mirip banyak diriwayatkan melalui berbagai jalur periwayatan: Abu Hurairah, Ibn Mas’ud, dan Siti Aisyah. Para ulama sudah membahasnya dan mereka berselisih mengenai sahih atau tidaknya hadits-hadits tersebut.

Al-Hakim dalam kitab al-Mustadrak mengatakan haditsnya sahih sesuai kriteria Bukhari-Muslim. Namun ulama lain mengatakan tidak sahih.

Melacak hadits seputar dosa riba melebihi dosa zina

Hasil pelacakan saya, hadits seputar dosa riba yang melebihi dosa perbuatan zina itu sanadnya lemah dan matannya mungkar. Ini alasannya:

  1. Ibn al-Jauzi menjelaskan kedhaifan riwayat-riwayat hadits semacam ini dalam kitabnya al-Maudhu’at (juz 2, halaman 247):

‘Gak ada satupun yang sahih dalam kumpulan hadits seputar masalah ini.’

Ibn Al-Jauzi mengutip bagaimana Imam Bukhari mengomentari sejumlah perawi hadits yang bermasalah.

Baca juga : IRONISME PENYEBAR HOAX OLEH KAUM TERDIDIK DAN RAJIN IBADAH, PASUKAN CYBER MUSLIM ?

Abu Mujahid menyebut haditsnya munkar.
Thalhah bin Zaid juga menyebut: munkar.

Jadi bagaimana mungkin dikatakan haditsnya sahih sesuai syarat Bukhari-Muslim?

  1. Syaikh Abdur Rahman al-Mu’alimi al-Yamani ketika mentahqiq kitab al-Fawa’id al-Majmu’ah fi al-Hadits al-Maudhu’ah (juz 1, halaman 150) menulis

“yang jelas tampak bagiku bahwa khabar (seputar topik ini) tidak benar sama sekali berasal dari Nabi SAW.”

  1. Ahli hadits lainnya Abu Ishaq al-Huwaini dalam kitab Ghauts al-Makdud bi Takhrij al-Muntaqa Libnil Jarud membuat kesimpulan:
Baca Juga :  Para Ulama Aswaja Angkat Bicara Soal Khilafah Hizbut Tahrir

“Hadits semacam ini tidak mungkin dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW, statusnya tidak sahih dan juga tidak hasan. Paling banter dikatakan dha’if. Tapi buat saya haditsnya batil, dan di matan (teks)nya terdapat perbedaan redaksi yang banyak (mudtarib).”

  1. Terakhir, Syekh ‘Ali as-Shayyah, dosen ilmu hadits di Universitas King Saud, Riyadh, Saudi Arabia melakukan riset tentang hadits seputar ini. Beliau menyimpulkan:

“Tidak satupun hadits yang marfu’ bersambung kepada Nabi dalam topik lebih besarnya dosa riba daripada perbuatan zina”.

Hadist dosa riba lebih besar dari zina adalah hadits lemah, batil, dan tidak sampai ke Nabi

Jadi, dari segi sanad, hadits seputar topik ini dianggap lemah, batil, dan tidak sampai ke Nabi, oleh para ulama hadits di atas.

Baca juga : Mahfud MD Sebut Koruptor Dana Covid-19 Bisa Dihukum Mati

Kajian Hadits Dari Sisi Teks atau Matan yang Tidak Masuk Akal

Dari sisi teks atau matan, hadits seputar Dosa Riba Lebih Besar dari Dosa Zina juga bermasalah. Perbuatan zina itu termasuk dalam hal jinayat (pidana Islam). Sedangkan riba itu tidak termasuk dalam jinayat.

Bagaimana mungkin dosa riba melebihi dosa perbuatan zina, apalagi dikaitkan dengan melebihi dosa menzinahi ibu kandung. 36 kali dosanya lebih besar. Jadi bagaimana hukuman cambuknya? 36 dikali 100 cambuk? Tidak masuk akal. Wallahu a’lam

Demikian kajian dari Asimun Ibnu Mas’ud, semoga bermanfaat. Aamiin ….

والله الموفق الى أقوم الطريق

Bagikan ini :