Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Dukung Demo Tolak RUU Cipta kerja, Manuver Politik Langit KAMI Rugikan Rakyat

Dukung Demo Tolak RUU Cipta kerja, Manuver Politik Langit KAMI Rugikan Rakyat.

Dukung Demo Tolak RUU Cipta kerja, Manuver Politik Langit KAMI Rugikan Rakyat

Page Visited: 889
Read Time:2 Minute, 10 Second

Dukung Demo Tolak RUU Cipta kerja, Manuver Politik Langit KAMI Rugikan Rakyat

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian menilai masukan-masukan yang disampaikan gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) bisa diterima pemerintah. Namun kata Donny, melihat dinamika akhir-akhir ini, masukan KAMI mengarah ke manuver politik.

“Kalau kami cermati, masukan-masukannya (KAMI) ada yang bisa diterima. Tetapi kalau kita lihat dinamika belakangan ini kan sifatnya sudah manuver politik,” ujar Donny saat dihubungi wartawan, Jumat (2/10/2020).

Baca juga : Didukung Gatot Nurmantyo dan KAMI, Aksi Tolak RUU Cipta Kerja Berakhir Rusuh di Mana-mana

Dia pun menganggap jika masukan yang disampaikan KAMI bukan bersifat murni masukan kepada pemerintah, melainkan terindikasi politik praktis.

“Jadi bukan catatan yang sifatnya murni, karena ada indikasi bahwa ada politik praktisnya,” ucap dia.

Donny menilai sah-sah saja jika berpolitik praktis. Namun saat ini Indonesia tengah menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19. Karenanya, jika manuver politik dilakukan justru merugikan negara dan rakyat Indonesia.

Baca Juga :  Peran Penting Para Kiai NU dalam Penerimaan Pancasila di Awal Berdirinya NKRI

“Sah-sah saja sebenarnya, tapi harus diingat bahwa kita sedang menghadapi krisis akibat COVID-19. Jadi, apabila manuver politik dilakukan, yang dirugikan negara dan rakyat Indonesia,” katanya.

Didukung Gatot Nurmantyo dan KAMI, Aksi Tolak RUU Cipta Kerja Berakhir Rusuh di Mana-mana.

Klaim Berpolitik Langit, KAMI Bisa Ganggu Stabilitas

Seperti diketahui, Gatot Nurmantyo mengklaim bahwa dirinya berpolitik bersama KAMI dengan gaya politik langit. Yaitu aksi politik dalam rangka mencari ridho Allah Swt. Akan tetapi, dalam aksi nyata di lapangan sering menimbulkan kekhawatiran akan munculnya gangguan stabilitas politik.

Hal ini terbukti dalam aksi demo menolak RUU Cipta Kerja yang secara terang-terangan didudukung Gatot Nurmantyo bersama KAMI berkhir rusuh di mana-mana. hal ini tentu berakibat merugikan kepentingan rakyat dalam arti yang lebih luas.

Di Jakarta ada 18 halte Transjakarta yang dibakar Massa demo Tolak RUU Cipta Kerja. Kerugian diperkirakan mencapai Rp. 45 milyar, berapa nanti biaya yang dibutuhkan untuk membangun kembali halte tersebut? Belum ditambah kerugian lain yang ditimbulkan beberapa hari ke depan, tranportasi jadi terganggu tentunya. Dan masih banyak kerugian-kerugian lain karena masih banyak fasilitas umum yang dirusak oleh para pendemo.

Baca Juga :  8 Petinggi KAMI Ditangkap Polisi: Bukti KAMI Sarang Provaktor

Beberapa hari sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengaku tak mempermasalahkan jika ke depan muncul gerakan-gerakan untuk mengkritisi kebijakan pemerintah seperti KAMI. tentunya, selama gagasan tersebut bagian dari demokrasi, bagi Moeldoko itu tak masalah.

Namun kata Moeldoko, jika gagasan -gagasan mengancam stabilitas politik. pemerintah tidak akan akan tinggal diam.

“Setelah ada KAMI, nanti ada KAMU terus ada apalagi, kan? Kita tidak perlu menyikapi berlebihan sepanjang masih gagasan-gagasan. Sepanjang gagasan itu hanya bagian dari demokrasi, silahkan. Tapi jangan coba-coba mengganggu stabilitas politik. Kalau bentuknya sudah mengganggu stabilitas politik, semua ada resikonya. Negara punya kalkulasi dalam menempatkan demokrasi dan stabilitas,” tutur Moeldoko, Kamis (1/10/2020).

Bagikan ini :