Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Fakta Sugi Nur, Tak Pernah Mondok di Pesantren dan Cuma Lulus SD

Fakta Sugi Nur, Tak Pernah Mondok di Pesantren dan Cuma Lulus SD.

Fakta Sugi Nur, Tak Pernah Mondok di Pesantren dan Cuma Lulus SD

Page Visited: 2987
Read Time:1 Minute, 55 Second

Fakta Sugi Nur, Ngaku Tak Pernah Mondok di Pesantren dan Cumaa Lulusan SD

Aparat Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri resmi menahan Sugi Nur Raharja alias Sugi Nur sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Nahdlatul Ulama (NU) yang ditangkap di Malang, Sabtu (24/10/2020), dini hari.

Dalam wawancara khusus yang dikutip dari detikcom, Sugi Nur mengungkap latar belakangnya. Dia mengaku hanya lulusan SD dan tidak mengenyam pendidikan agama secara formal meski dia mengisi ceramah di berbagai lokasi dan aktif berdakwah lewat media sosial, seperti YouTube.

“Kan saya lulus SD saja,” kata Sugi Nur di Bareskrim, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2020).

Lebih lanjut, Sugi Nur mengatakan dirinya memang tidak mementingkan gelar pendidikan. Dia enggan ikut program penyetaraan pendidikan meski diakuinya pernah disarankan sejumlah orang.

“Saya sekarang sudah di titik ‘nggak penting gelar’. Saya sudah nggak butuh gelar, sebenarnya gitu kan. Berapa kali orang nawari saya untuk Kejar Paket C, apalah, sudah punya gelar minimal S.Ag (sarjana agama), nggak, saya nggak butuh,” ungkap Sugi Nur.

Baca Juga :  Gelari Suaminya Khalifah, Istri Sugi Nur Dibully Netizen

Meski hanya mengenyam bangku pendidikan SD, Sugi Nur menyebut dirinya bukannya tidak belajar. Dia mengklaim banyak belajar secara otodidak, termasuk mempelajari agama. Sugi Nur mengaku telah menulis 13 buku, bahkan menciptakan lagu.

“Tapi saya nulis buku. Sudah 13 judul saya tulis. Saya ciptakan lagu, makanya jangan batasi imajinasi saya,” sambung dia.

Bahkan, tersangka kasus ujaran kebencian terhadap ormas Nahdlatul Ulama (NU) ini mengatakan dirinya memang tidak pernah menimba ilmu di pondok pesantren.

“Nggak (mondok di pesantren, red). Kan di dalam ilmu di dunia ini, kan ada namanya otodidak,” katanya.

Sugi Nur kemudian menceritakan awal dirinya memperdalam ilmu agama. Dulu dia mengawali karier sebagai pemain debus mengikuti jejak ayahnya. Karena itu, dia mengaku tidak punya waktu mengenyam pendidikan formal dan hanya menyelesaikan sekolah hingga bangku SD.

Sugi Nur menjelaskan dirinya meninggalkan karier sebagai pemain debus setelah ayahnya wafat. Dari situ, dia mengaku baru mulai menekuni agama. Meski demikian, ilmu debus tidak sepenuhnya dia tinggalkan. Dia kemudian memanfaatkan ilmu debusnya untuk media dakwah.

Baca Juga :  Gus Mus Menangis, Minta Ustadz dan Ulama Tampilkan Akhlak Rasul

Walah walah….! Pantas saja, karena belajar agama otodidak akhirnya Sugi Nur berfaatwa bahwa banyak binatang dia sebut sebagai ulama, asalkan binatang-binatang tersebut takut kepada Allah. Ada ucapan masyhur di kalangan para penuntut ilmu bahwa belajar agama tanpa guru, gurunya adalah setan. Na’udzu billah min dzaalik!

Bagikan ini :

Mungkin Luput dari Anda