Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Fatwa Al-Azhar Mesir Melarang Gabung Ikhwanul Muslimin

Fatwa Al-Azhar Mesir Melarang Gabung Ikhwanul Muslimin dan Teroris

Page Visited: 1389
Read Time:1 Minute, 44 Second

Al-Azhar Mesir Keluarkan Fatwa Larangan Gabung Ikhwanul Muslimin dan Teroris

Mesir – Lembaga fatwa Al-Azhar Mesir, untuk pertama kalinya mengeluarkan fatwa larangan bergabung dengan Ikhwanul Muslimin dan kelompok teroris lainnya.

Alasannya karena, organisasi tersebut dinilai menimbulkan perpecahan dan perselisihan nummat Islam, yang mana hal itu tidak sesuai dengan ajaran Syariat Islam.

Laporan surat kabar Al-Watan mengutip pernyataan dari Al-Azhar dalam pengumumannya bahwa Allah SWT melarang umat manusia untuk menempuh jalan apapun yang mengganggu mereka untuk mengikuti kebenaran. Dijelaskan bahwa menjaga Al-Quran dan Sunnah merupakan satu-satunya cara untuk menyenangkan Tuhan.

Fatwa Al-Azhar Mesir, larang gabung IM

“Jelas bagi publik apa yang telah dilakukan kelompok-kelompok ini dalam mendistorsi beberapa teks, memotongnya dari konteks mereka, dan menggunakannya untuk mencapai tujuan atau kepentingan pribadi dan merusak tanah,” kata Al-Azhar seperti dilansir dari Arabnews, Senin (21/12).

Karena itu, bergabung dengan kelompok ekstremis tersebut dilarang oleh lembaga fatwa Al-Azhar berdasarkan ketentuan syariah. Anggota Akademi Riset Islam, Abdullah Al-Najjar juga mengatakan, Ikhwanul Mislimin telah melanggar hukum Allah dan terlibat dalam terorisme.

Baca Juga :  Lanjutkan Pembantaian, Koalisi Saudi Melancarkan 30 Serangan Terbaru di Yaman

“Bergabung dengan Ikhwanul teroris dilarang oleh hukum (dan dianggap) bekerjasama dalam perbuatan amoral dan agresi, karena kelompok itu melanggar hukum Tuhan dan terlibat dalam terorisme”, katanya.

Sementara itu, peneliti urusan agama dan gerakan Islam, Hussein Al-Qadi mengungkapkan, fatwa tersebut merupakan yang pertama dalam sejarah Al-Azhar di Mesir.

“Fatwa ini belum pernah dikeluarkan dari Al-Azhar sebelumnya. Berbagai pernyataan dikeluarkan oleh Al-Azhar yang menggambarkan Ikhwanul Muslimin sudah ketinggalan zaman. Bahkan, Imam Muhammad Mustafa Al-Maraghi, pembaharu dan rektor Al-Azhar, menuntut pembubaran Ikhwanul Muslimin“, kata Al-Qadi.

Menurutnya, Al-Azhar Al-Sharif juga telah menerbitkan sebuah laporan yang menolak pemikiran Sayed Qutb pada 1965 dan menunjukkan bahwa organisasi tersebut sesat. Sayed Qutb sendiri merupakan tokoh terkemuka Ikhwanul Muslimin Mesir pada era 1950-an dan 1960-an.

“Fatwa yang dikeluarkan hari ini yang melarang bergabung dengan Ikhwanul Muslimin konsisten dengan gerakan Al-Azhar ke arah ini”, jelas Al-Qadi.

“Saya pikir fatwa ini adalah langkah penting yang patut dipuj dan upaya yang lebih besar harus didasarkan pada langkah ini”, katanya. (*)

Bagikan ini :