Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Eks-HTI-Ciptakan-Film-Jejak-Khilafah-untuk-Tarik-Simpatisan-Baru

Film Jejak Khilafah Diciptakan Eks HTI untuk Tarik Simpatisan Baru

Page Visited: 615
Read Time:1 Minute, 40 Second

Tahukah Anda, Eks HTI Ciptakan Film Jejak Khilafah untuk Menarik Simpatisan Baru?

Film Jejak Khilafah di Nusantara mendapat banyak tanggapan miring dari para ahli sejarah. Hal ini mengindikasikan keberadaan film Jejak Khilafah di Nusantara sengaja diciptakan tidak berpijak kepada fakta sejarah. Inti dari tanggapan oleh para sejarawan adalah bahwa sesungguhnya tidak ada Jejak Khilafah di Nusantara.

Viralnya film Jejak Khilafah di Nusantara bukan karena dishare oleh orang secara organik tetapi disebarkan dengan bot secara otomatis. Hal ini diungkap melalui penelitian Drone Emprit, bahwa Jejak film Khilafah di Nusantara terbukti menjadi viral karena didukung oleh akun bot. Dengan demikian viralnya film bikinan eks HTI ini tidak secara natural tetapi lebih karena peran bot.

Baca juga : Prof. Dr. Azyumardi Azra Sebut Dosa Besar Film “Jejak Khilafah di Nusantara”

Berikut ini kami kutipkan beberapa komentar para tokoh ahli sejarah tentang film Jejak Khilafah di Nusantaara.

“Jika ada yang mengatakan bahwa ada jejak khilafah di Nusantara, tunjukkan kepada saya mana buktinya”, tegas mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah periode 1998-2006 tersebut dalam webinar bertema ‘Dosa Besar Film Jejak Khilafah di Nusantara.

Baca Juga :  Kesultanan di Nusantara Bukan Jejak Khilafah Seperti yang Dipropagandakan HTI

Prof Oman Fathurahman Menegaskan Bahwa Kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara Bukan Bagian dari Kekholafahan Turki Utsmani. Akademisi yang akrab disapa Kang Oman menjelaskan, kesultanan yang ada di wilayah Nusantara merupakan kelanjutan dari kerajaan-kerajaan yang sudah ada di masa pra Islam. “Kesultanan Islam berdasarkan referensi dalam manuskrip Islam dan pra Islam itu bahkan kelanjutan dari kerajaan masa pra Islam,” katanya.

Baca juga : Kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara Bukan Bagian dari Khilafah Turki Utsmani

Dengan demikian, Film Jejak Khilafah di Nusantara memperlihatkan para aktivis HTI miskin nalar dan narasi dan memiliki kecenderungan gemar berbohong. Karyanya tidak mengandung nilai ilmiah.

Film yang dibikin dengan narasi bohong itu memporak-porandakan sejarah Nusantara demi propaganda politik yang secara realitas hanya ditelan sendiri oleh anggota mereka sendiri. Mereka tidak berhasil menarik simpati dari simpatisan baru, berarti propaganda film Jejak Khilafah di Nusantara gagal mencapai tujuannya, yakni tidak mendapatkan simpatisan baru. Lagian, siapa sih orang waras yang mau dibohongi seperti syabab-syabab HTI?

Baca Juga :  Prof Azyumardi Azra Angkat Bicara Soal Film ‘Jejak Khilafah di Nusantara’
Bagikan ini :