Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Gagasan Masyumi Reborn Bersama Partai Baru Amien Rais Sulit Terwujud

Gagasan Masyumi Reborn Bersama Partai Baru Amien Rais Sulit Terwujud

Page Visited: 399
Read Time:2 Minute, 2 Second

JAKARTA – Ahmad Yani, Inisiator ‘Masyumi Reborn’ yang juga mantan Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), mengaku sudah menjalin komunikasi dengan Politikus Senior Amien Rais.Hal ini untuk membahas kemungkinan arah koalisi Masyumi reborn dengan partai baru yang akan didirikan dan dideklarasikan oleh pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai walupun sulit diwujudkan, tetapi mungkin saja terjadi gagasan aliansi Masyumi reborn dan partai baru Amien Rais. Menurutnya, pada level normatif mungkin ada kesamaan pandangan soal menegakkan nilai Islam dalam satu institusi kepartaian.

“Tapi pada level implementatif sulit (dilakukan) karena banyak kepentingan. Misalnya siapa yang harus jadi ketua umum dan lainnya,” tutur Adi saat dihubungi wartawan SINDOnews, Senin (15/6/2020).

Adi beranggapan, dalam politik untuk mempertemukan dua gerbong besar bukan perkara mudah. Karena di dalamnya sudah barang tentu ada kepentingan praktis, bukan hanya sebatas normatif.

Baca juga : Kenapa Sistem Pemerintahan Nabi Muhammad Haram Ditiru Ummatnya?

Baca Juga :  Komentar Politikus Partai ke Eletabilitas Anies Baswedan yang Menurun

Di sisi lain, menurut dia, politik di parpol atau kepartaian menyangkut bagaimana kekuasan itu dijalankan, baik tentang struktur, otoritas, tentang siapa yang jadi ikon partai, dan lainnya juga menjadi faktor penghubung di dalamnya.

“Pada level itu sulit ketemu (gagasan Masyumi Reborn berkoalisi dengan partai baru Amien Rais),” tandas Analis politik asal UIN Jakarta ini.

Gagasan Masyumi Reborn Koalisi dengan Partai Baru Amien Rais Sekadar Gimik Politik

Yani yang eks Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengaku sudah bertemu Amien dan membicarakan kemungkinan kerja sama politik kepartaian. Analis Politik asal UIN Jakarta, Bakir Ihsan menganggap istilah “buka kemungkinan” itu memang khas politik; art of possibilities.

“Tak ada yang abadi, selalu membuka kemungkinan beraliansi, berkoalisi untuk merangkul banyak massa,” ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Senin (15/6/2020).

Baca juga : “DOSA RIBA LEBIH BESAR DARI ZINA DENGAN IBU KANDUNG” ADALAH PERNYATAAN BATIL

Bakir mengaku ragu tentang keberadaan gagasan politik tersebut. Mengingat, Masyumi telah lama ‘terkubur hidup-hidup’ dan tokoh-tokohnya pun merasa pesimis bahwa Masyumi bisa ‘reborn’.

Baca Juga :  Dengan KAMI Gatot Nurmantyo Berat Jadi Capres, Kata Pengamat Politik

Di sisi lain, wacana partai baru Amien juga tak menjamin bakal ‘hidup lama’ berdampingan dengan partai-partai lain yang sudah mapan.

Dia merasa tak yakin mantan Ketua Dewan Kehormatan PAN itu masih memiliki pendukung yang loyal dan signifikan. Sehingga baik Masyumi Reborn atau partai baru Amien diyakini hanya sebatas gimik politik untuk menarik simpati masyarakat, yang sebenarnya secara politik sudah cukup cerdas dan jeli dalam menilai dinamika perpolitikan.

“Seberapa besar massa yang loyal? Tak ada jaminan. Jadi seperti sebuah iklan, semua menawarkan dengan harapan yang belum tentu jadi kenyataan,” jelasnya. (qa/sindonews)

Bagikan ini :