Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Gus Miftah: Pandji Jangan Ngomong NU Muhammadiyah Jika Tidak Tahu

Page Visited: 434
Read Time:2 Minute, 38 Second

Gus Miftah ke Pandji Pragiwaksono: “Jangan Ngomong NU Muhammadiyah Jika Kamu Tidak Tahu”

Jakarta – Pelawak Pandji Pragiwaksono tengah jadin sorotan publik setelah mengunggah video podcast di kanal Youtube yang berjudul “FPI Dibubarin Percuma? Feat Afif Xavi & Fikri Kuning” pada 4 Januari 2021.

Dalam video tersebut, Pandji dengan gegabah membandingkan FPI dengan NU dan Muhammadiyah.

Dengan menceritakan kembali obrolannya dengan sosiolog, Thamrin Amal Tomagola, pada 2012, Pandji menyebut kemunculan FPI disebabkan karena NU dan Muhammadiyah sudah jauh dari rakyat.

“… [NU dan Muhammadiyah] itu elit politik. FPI waktu itu dekat ke rakyatnya. Dulu FPI, tahun 2012, kalau ada anak enggak bisa masuk sekolah, orang tua minta ke FPI dibikinin surat,” katanya.

Baca juga: Panji Sebut FPI Lebih Merakyat daripada NU, Gus Miftah Sebut Data Sekolah Gratis NU

Dilansir dari Tempo, cuplikan video sepanjang 1 menit 24 detik dari total 53 menit itu viral dan mengundang protes. Pandji dianggap mendukung Front Pembela Islam (FPI), ormas yang kini jadi ormas terlarang di Indonesia.

Baca Juga :  Ferdinand Sebut Visi Misi FPI Baru Adalah Palsu

Pengelola Pondok Pesantren Ora Aji, Gus Miftah, tidak mau menerima NU dibandingkan dengan FPI. Bahkan Muhammadiyah sudah lebih dari seabad yang mana sumbangsihnya untuk bangsa dan rakyat pasti tidak bisa dibandingkan dengan FPI yang baru lahir pada 1998.

“Pandji itu ngelucu di waktu dan tempat yang salah. Mbok cari (materi lawak) yang lain. Ngomong yang lain, jangan NU Muhamnadiyah, jika kamu tidak tahu,” kata Gus Miftah dalam podcast Close the Door milik Deddy Corbuzier yang ditayangkan pada Jumat, 22 Januari 2021.

Baca juga: Pemuda Muhammadiyah: Pandji Pragiwaksono Perlu Banyak Membaca

Dia merasa kesal lantaran Pandji terlalu gegabah menyatakan kebaikan FPI dengan melemahkan NU – Muhammadiyah.

“Saya enggak bisa ngelarang Pandji dukung FPI tapi dia juga enggak bisa melarang saya cinta NU. Tidak pas dia membandingkan FPI dengan NU apalagi mengatakan NU jauh dari rakyat. Ini data dari mana?” kata Gus Miftah.

Gus Miftah secara tegas meminta agar Panji lebih cerdas dalam memberikan opini.

Baca Juga :  Awas! Radikalisme Terus Berusaha Mengikis Nasionalisme Kita

Dalam merespon opini Pandji yang ngawur itu, Gus Miftah juga mempertanyakan data darimana mengatakan bahwa NU jauh dari masyarakat.

“Apa lagi mengatakan NU jauh dari masyarakat, itu data darimana?” Tanya Gus Miftah dalam podcast Deddy Corbuzier.

Selain itu, Gus Miftah juga mengungkapkan keheranannya atas penilaian Pandji kepada NU, jangan bandingkan antara FPI yang hanya memberikan satu surat yang dikeluarkan FPI lantas seakan menilai NU jauh dari masyarakat dibanding FPI. Bahkan Gus Miftah memberikan informasi bahwa Pondok Shohib di Yogyakarta memberikan makan dan sekolah gratis.

” NU Bro, ribuan sekolah madrasah gratis untuk umat bangsa ini, gak usah jauh-jauh pondok Shohib di Jogja, gratis semuanya sampai ada yang kuliah dan s2,” imbuh Gus Miftah.

Gus miftah juga memaparkan bahwa ada ribuan pesantren dengan background NU yang menggratiskan sekolah.

“puluhan ribu pesantren di Indonesia, dan itu banhak yang gratis, bahkan ribuan. Kiai saya di Jawa Timur, di Sragen, abah Syarif Hidayatullah santrinya ribuan gratis,” tandas dai nyentrik tersebut.

Baca Juga :  Muhadjir Effendi Ajak Milenial Berpikir Out Of The Box Seperti Pak Jokowi

Baca juga: Untuk Warga Kalsel Korban Banjir, Habib Luthfi Sumbang 4 Ton Beras

Bahkan di Lamongan Jawa Timur ada Pondok Pesantren Sunan Drajat milik tokoh NU, puluhan ribu santrinya gratis, dari SD hingga Perguruan Tinggi. Itu baru satu Ponpes. Pasti Pandji tidak tahu hal-hal terkait pendidikan gratis di NU seperti ini yang tersebar di seluruh Indonesia. (*)

Bagikan ini :