Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Gus Mus Beri Pesan untuk Kiai Dan Para Ustadz Agar Surat Al-Hujurat Diajarkan dan Diviralkan

Gus Mus Ingin Agar Surat al-Hujurat Diviralkan

Page Visited: 1108
Read Time:2 Minute, 54 Second

Gus Mus Beri Pesan untuk Kiai Dan Para Ustadz Agar Surat Al-Hujurat Diajarkan dan Diviralkan

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Ahmad Mustofa Bisri atau yang lebih dikenal Gus Mus menyampaikan pesan khusus kepada Gus Baha dan para kiai dan ustadz untuk mengajarkan Surah al-Hujurat kepada masyarakat. Hal ini disampaikannya dalam rekaman video ceramah di kanal YouTube NU Channel yang ditayangkan 04 Desember 2020.

“Kiai-kiai itu, ustadz-ustadz itu suruh ngaji khusus Al-Hujurat sek (dulu), saat ini penting. Surah Al-Hujurat kon maca (suruh baca), kandani Gus Baha kon ngulang Al-Hujurat (bilang ke Gus Baha untuk mengajarkan Al-Hujurat), ben viral Al-Hujurat ini (biar viral Al-Hujurat ini),” tegas Gus Mus.

Baca juga: Gus Mus Bukan Penulis Tulisan Viral “Tabiat Tak Bermartabat”

Pesan tersebut disampaikan oleh Gus Mus bukan tanpa alasan. Menurutnya, Surah Al-Hujurat memiliki ayat-ayat luar biasa yang dapat dijadikan pedoman masyarakat dalam pergaulan sosial. Beliau juga menganjurkan agar Surah Al-Hujurat dibaca setiap hari, sehingga makna yang terkandung dapat diterapkan dalam kehidupan.

Baca Juga :  Gus Mus Bukan Penulis Tulisan Viral "Tabiat Tak Bermartabat"

“Saya itu kepengen menganjurkan Surah Al-Hujurah itu dibaca setiap hari, dipahami betul. Di sana ada ayat-ayat yang luar biasa untuk kepentingan kita di dalam pergaulan sosial,” jelas Gus Mus.

Lebih lanjut, Gus Mus menjelaskan mengenai ayat-ayat luar biasa yang terdapat dalam Surah Al-Hujurat tersebut, salah satunya adalah, Yā ayyuhannāsu innā kholaqnākummin dzakarin wa unṣā wa ja’alnākum syu’ubān wa qabāila lita’ārafū. Innā akramakum ‘indallahi atqākumm. Innallaha ‘alaihim khabir.

Artinya: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Baca juga: Gus Mus Menangis, Minta Ustadz dan Ulama Tampilkan Akhlak Rasul

Menurut kiai asal Rembang itu, Surah Al quran ke-49 tidak pernah dibaca dan diterapkan oleh masyarakat. Hal ini terbukti dengan banyaknya orang yang sulit saling memahami, saling mengolok-olok, dan rasan-rasan (seudzon).

Baca Juga :  Gemar Serang Pemerintah, Ferdinand Heran Ternyata Din Syamsuddin Masih PNS

“Mereka mengatakan pedomanku adalah Al quran, bahkan menganjurkan orang supaya kembali ke Quran, kembali ke Quran, tapi kelakuannya sama sekali tidak nempil isinya ke Al quran,” tegas Gus Mus.

Al Quran sebagai Pedoman

Al quran merupakan mukjizat Nabi Muhammad yang dapat dibaca sepanjang masa hingga hari akhir. Namun sayangnya, saat ini banyak orang hanya mau membaca Al quran saja tanpa ada keinginan memahami. Banyak yang mengaku berpedoman Al quran namun tidak pernah menerapkan nilai-nilainya dalam praktik kehidupan. Hal ini sesuai yang disampaikan oleh Gus Mus dalam ceramahnya.

“Mereka sekarang ini, Quran ndak pernah dibaca, kalaupun dibaca untuk tadarusan pada waktu ramadhan tok (saja), itu aja cepet-cepetan, bersaing sama supir bis,” terang Gus Mus.

“Banyak orang yang membaca namun tidak sampai mengartikan, mengartikanpun tidak sampai dimurothi, dimurothipun tidak sampai dipahami, dipahami pun tidak sampai dikhayati, dikhayati pun tidak sampai diamalkan,” sambungnya menjelaskan.

Baca juga: Gus Mus Ajak Umat untuk Berislam Seperti Islamnya Nabi Muhammad

Baca Juga :  Gus Mus Mengenang Gus Iim Adik Gus Dur: Dulu Perlente Sekarang Mirip Sufi

Menurut Gus Mus, jika seseorang mengaku berpedoman Al quran, maka harus selalu melangkah sesuai Al quran. “Pedoman itu kan, kalau saya akan melangkah, saya cocokkan dengan Al quran ini, cocok apa nggak. Ndak cocok, berhenti, cocok jalan,” tuturnya.

Kemudian, beliau juga mengatakan bahwa semua hal yang akan dilakukan harus tetap berpedoman Al quran, bukan berasal dari nafsu, kepentingan, politik ataupun syahwat. “Bukan hanya mengatakan pedomanku Quran, tapi Quran betul-betul dijadikan pedoman,” tegasnya. (*)

Bagikan ini :