Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Gus Muwafiq Dulu Pernah Jadi Santri di Pondok Pesantren Mana?

Gus Muwafiq Dulu Pernah Jadi Santri di Pondok Pesantren Mana?

Page Visited: 106
Read Time:1 Minute, 27 Second

Ada yang mempertanyakan Gus Muwafiq Jannur Ahmad itu pernah mondok atau belajar ilmu agama di pondok pesantren mana? Aneh ya, kok ada yang tanya seperti itu? Mungkin yang bertanya ragu dengan keilmuannya dan menduga Gus Muwafiq belajar agama secara otodidak. Hm…..

Perlu diketahui, Gus Muwafiq berasal dari Lamongan Jawa Timur. Mendapat pendidikan awal dari ayahnya, yang berguru di Pondok Pesantren Langitan, kepada Mbah Faqih, dari Mbah Abdul Hadi, dan seterusnya, nyambung sampai ke Sunan Kalijaga.

Baca juga : Kriminalisasi Kiai dan Pondok Pesantren Tidak Ada dalam RUU Cipta Kerja

Gus Muwafiq juga pernah mondok di Lirboyo, kakak seniornya Kiai Mukti Ali Qusyairi. Sekarang putri Gus Muwafiq pun sedang nyantri di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Beliau juga pernah mondok di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton. Mendapat sanad kitab Hikam Ibn Athaillah melalui kiai di Bungah Gresik yang ngaji kepada Hadratussyaikh KH. Masduqi Lasem. Info ini seperti diceritakan langsung Gus Muwafiq kepada Gus Atiq Hadi Masruri PP At-Taufiqi Wonopringgo Pekalongan.

Baca Juga :  Nabi Muhammad Manusia Paling Istimewa di Muka Bumi

Gus Mufafiq Pernah Didik Langsung Gus Dur

Gus Muwafiq adalah seorang santri yang aktivis. Di antara teman perjuangannya selama puluhan tahun adalah Mbah Ompit Tawallani.

Gus Muwafiq juga mendapat didikan langsung dari Gus Dur. Tulisan tentang ini banyak tersebar di belantara medsos.

Baca juga : Pendirian Pesantren Merujuk UU Pesantren, Jadi Tidak Ada Sanksi Pidana

Dalam dunia akademik, Gus Muwafiq satu almamater dengan Kiai Ibrohim Nawawi. Lora Ahmad Badrus Sholihin menambahkan, “Kang Muwafiq (begitu kami biasa memanggil) adalah ideolog dan guru dari hampir semua kader PMII IAIN/UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dari periode 2000-an. Salah satu murid kesayangan beliau adalah penulis novel fenomenal Hati Suhita, Ning Khilma Anis.”

Sedikitnya itu yang bisa saya infokan. Selebihnya silakan bertanya lebih dalam kepada nama-nama yang saya tag di atas tanpa ijin. (Syaroni Syamfuri)

Bagikan ini :