Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Gus Yaqut Menteri Agama - Jadikan Agama Sebagai Inspirasi

Gus Yaqut Menteri Agama: “Jadikan Agama Sebagai Inspirasi”

Page Visited: 2344
Read Time:2 Minute, 36 Second

Menteri Agama Gus Yaqut: “Jadikan Agama Sebagai Inspirasi, Bukan Aspirasi”

Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Quomas atau Gus Yaqut, yang kini menjabat sebagai menteri Agama RI, menyebut bahwa agama lebih baik dibiarkan untuk menjadi inspirasi kebaikan.

Gus Yaqut lebih lanjut mengajak masyarakat menjadikan agama sebagai inspirasi, biarkan agama membawa nilai-nilai kebaikan dan nilai-nilai kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal itu disampaikan Gus Yaqut sebagai langkah pertamanya setelah resmi dilantik sebagai Menteri Agama (Menag).

Diketahui, Gus Yaqut ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menag baru menggantikan menggantikan Fachrul Razi.

Baca juga: Gus Yaqut Baru Jadi Menag Sehari Langsung Diserang Hoax

Gus Yaqut Menteri Agama, Jadikan Agama sebagai Inspirasi

Pengumuman Gus Yaqut sebagai Menag disampaikan Jokowi bersamaan dengan pengumuman lima menteri baru lainnya di Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Selasa (22/12/2020).

“Setelah resmi menjadi Menag, yang pertama ingin saya lakukan adalah bagaimana menjadikan agama sebagai inspirasi bukan aspirasi,” kata Gus Yaqut dilansir dari Antara, Selasa (22/12/2020).

Baca Juga :  Pendukung habib Rizieq Mengganggu Ibu Mahfud Md di Madura

“Artinya apa? Bahwa agama sebisa mungkin tidak lagi digunakan menjadi alat politik, baik untuk menentang pemerintah, merebut kekuasaan, maupun mungkin untuk tujuan-tujuan yang lain,” lanjutnya.

Hal kedua yang disebutnya sebagai tugas yang tidak mudah, yaitu bagaimana bisa meningkatkan Ukhuwah Islamiyah bangsa ini sebagai bangsa dengan mayoritas pemeluk agama Islam.

“Maka, negara ini akan damai jika sesama muslim sesama umat Islam ini memiliki ukhuwah di antara mereka,” katanya.

Baca juga: Gus Yaqut Jadi Menag, Ferdinand Hutahaean Sebut Jokowi Serius Lawan Radikalisme

Politikus PKB itu juga ingin meningkatkan Ukhuwah Wataniah atau persaudaraan sesama warga bangsa.

Menurut pria asal Rembang ini, hal tersebut penting karena semua tahu bahwa Indonesia ini merdeka, lepas dari kolonial itu karena perjuangan dari semua agama.

Bukan hanya umat Islam, melainkan juga umat Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu, dan semua agama di Indonesia.

Gus Yaqut menambahkan bahwa pada waktu pergolakan mencapai kemerdekaan semua umat agama di Indonesia terlibat berjuang sehingga penting ukhuwah wataniah ini dibangkitkan kembali.

Baca Juga :  Berkicau “Menag Gebuk Islam”, Said Didu Dipolisikan

“Agar tidak ada satu kelompok pun, satu agama apa pun yang mengklaim memiliki negara ini, semua berhak memiliki negara ini,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya Ukhuwah Basyariah, persaudaraan atau persatuan sesama umat manusia.

“Saya sering mengutip apa yang disampaikan oleh sahabat Nabi, sahabat Ali Karramallahu Wajhah bahwa barang siapa mereka yang tidak saudara dalam iman adalah saudara dalam kemanusiaan ini saya kira penting untuk menjadi kesadaran bagi seluruh warga bangsa ini,” katanya.

Jika ini dilakukan, Gus Yaqut meyakini ke depan Indonesia ini akan jauh lebih tenteram dan pembangunan akan berjalan lebih mudah untuk diwujudkan.

“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana memajukan pendidikan-pendidikan agama di lingkungan Kementerian Agama, pendidikan agama apa pun, termasuk di dalamnya pondok pesantren,” kata pria yang lahir pada tanggal 4 Januari 1975 itu.

Baca juga: Said Didu Kesal Gus Yaqut Jadi Menag, Langsung Provokasi Umat Islam

Ia ingin agar pondok pesantren didorong untuk mandiri dan pada akhirnya bisa melahirkan kader-kader terbaik bangsa dan kader-kader terbaik yang bisa memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara ini.

Baca Juga :  Ketum GP Ansor Minta MUI Instropeksi karena Lebih Sering Jadi Kompor

“Yang terakhir saya mohon doa restu kepada bapak ibu sekalian dan seluruh rakyat Indonesia agar amanah ini bisa saya laksanakan dengan sebaik-baiknya, istikamah dalam kebaikan dan tentu saja membawa kemajuan kepada bangsa dan negara,” pungkas Gus Yaqut. (*)

Bagikan ini :