Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Habib Luthfi Masuk Top 50 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia

Habib Luthfi Masuk Top 50 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia

Page Visited: 2504
Read Time:3 Minute, 22 Second

Habib Luthfi Masuk Top 50 dari 500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia

Jakarta – Habib Luthfi Masuk Top 50 dari 500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia. Mudir Aam Jam’iyyatu Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN), Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya kembali masuk dalam 500 Muslim Paling Berpengaruh di dunia 2021, tepatnya di urutan ke-32 seperti dirilis The Muslim 500.

Seperti dirilis The Muslim 500, dalam klasifikasi cendekiawan dan ulama, Habib Luthfi yang mendapat gelar doktor honoris causa dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu berada di urutan ke-19.

Di tahun sebelumnya (2020), Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini berada di urutan ke-33, ke-37 di tahun 2019, dan ke-41 di tahun 2018. Namanya terus menanjak setiap tahun dalam daftar tersebut, karena Habib Luthfi dinilai berpengaruh karena telah mendirikan ribuan sekolah, masjid, dan zawiah di Indonesia.

Selain itu, Habib Luthfi juga memiliki jutaan pengikut yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan sampai luar negeri. Di gedung Kanzus Shalawat, sebuah majelis dzikir dan sholawat yang didirikannya di Pekalongan, Jawa Tengah tak pernah sepi dari jamaah. Habib Luthfi menekankan akan pentingnya laku spiritual dan beragam bacaan wirid.

Baca Juga :  Kodam Jaya Panen Karangan Bunga, Dukung Jenderal Dudung Bubarkan FPI

Di samping itu, sebagaimana diketahui, Habib Luthfi juga menginisiasi Forum Sufi Dunia. Bahkan, para ulama sufi yang berasal dari mancanegara itu secara beramai-ramai mengangkatnya sebagai pemimpin mereka.

Habib Luthfi juga menekankan pentingnya para ulama dunia berupaya menjaga dan mempertahankan negara. Hal itu dilakukan melalui forum yang diinisiasinya di Pekalongan beberapa tahun ini.

Selain Habib Luthfi, tokoh NU lainnya yang masuk dalam 500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia adalah Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Dewan Pembina Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Hj Maria Ulfah.

Habib Luthfi Tokoh Ulama Bela Negara

Yang membanggakan bagi bangsa Indonesia, Habib Luthfi di Indonesia sangat dikenal juga sebagai salah satu tokoh ulama Bela Negara. Menurut Habib Luthfi, bela negara dan mencintai tanah air memiliki arti luas. Ia bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari lewat pendidikan, ekonomi, atau pertanian.

Baca Juga :  Habib Luthfi Tutup Latgab Banser di Markas Kodim Pekalongan

Komitmen Habib Luthfi dalam memelihara kesatuan dan persatuan terlihat dalam satu sambutannya dalam konferensi ulama tarekat internasional di Pekalongan, 2016. Dalam pidatonya ia menegaskan bela negara hukumnya wajib.

“Wahai bangsaku, relakah negeri kita ini terpecah belah? Jika tidak, ikuti kata-kata saya, bismillahirrahmaanirrahim, asyhadu anlaa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah, radhiina billahi robba, wa bil islaami dina, wabi muhammadin nabiyya wa rasula. Kami berikrar, bela negara adalah wajib, bela negara adalah wajib, bela negara adalah wajib!”

Sebagai ulama tarekat dan tasawuf, untuk menyebarkan tarekatnya, dia mendirikan Mahasiswa Ahli Thoriqoh al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (MATAN). Satu organisasi tarekat yang disediakan untuk kelompok pelajar di kalangan mahasiswa.

Nama Habib Luthfi berkibar di seluruh dunia muslim pada April 2019 lalu saat dimana dia terpilih secara aklamasi sebagai pemimpin Forum Sufi Dunia pada Pengukuhan Forum Sufi Dunia di Hotel Santika, Pekalongan, Jawa Tengah.

Oleh mantan Menteri Pertahanan (Menhan) kala itu, Ryamizard Ryacudu, Habib Luthfi mendapat julukan sebagai Habib NKRI. Menurut Menhan, Habib Luthfi memegang peranan kunci dalam perkemmbangan tarekat di Indonesia.

Baca Juga :  Pupuk Karakter Kebangsaan untuk Tangkal Paham Radikal

Habib Luthfi lahir di Pekalongan, 10 November 1946. Ia lahir dari keluarga Habib. Pendidikan agama Habib Luthfi mula-mula didapatnya dari sang ayah, Habib Hafidz Ali al-Ghalib. Lalu singgah ke beberapa pesantren di sekitar Jawa Tengah, Indramayu, dan Cirebon. Acara pengajiannya dan organisasinya banyak dihadiri para tokoh dan pejabat

Pada Oktober 2019 lalu, The Royal Islamic Strategic Studies Centre, Jordania, menobatkan Habib Luthfi sebagai 50 tokoh Islam paling berpengaruh di dunia. Ia masuk bersama dua nama lain dari Indonesia yakni, KH Said Aqil Siradj, Presiden Joko Widodo.

Lembaga riset independen yang berbasis di Yordania, The Royal Islamic Strategic Studies Centre (MABDA ), kembali mengeluarkan hasil riset tokoh-tokoh Muslim berpengaruh di dunia Islam. Riset untuk tahun 2021 ini bertajuk The Muslims 500; The Worlds 500 Most Influential Muslims 2021.

Dalam riset tersebut, Habib Luthfi bin Yahya bersama Presiden Joko Widodo dan KH Said Aqil Siroj kembali masuk dalam jajaran Top 50 dari 500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia dari The Muslim 500. (*)

Bagikan ini :