Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Habib Muannas Tegaskan Para Penyebar Paham Anti Pancasila Seharusnya Ditangkap

Habib Muannas: Para Penyebar Paham Anti Pancasila Seharusnya Ditangkap

Page Visited: 969
Read Time:1 Minute, 33 Second

Habib Muannas: Para Penyebar Paham Anti Pancasila Seharusnya Ditangkap

Ayik Heriansyah mantan Ketua DPD HTI Bangka Belitung telah Melaporkan Ismail Yusanto Juru Bicara eks Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ke SPKT Polda Metro Jaya, Jumat 28 Agustus 2020.

Menurut Habib Muannas Alaidid, selaku kuasa hukum pelapor mengatakan bahwa seharusnya para penyebar anti pancasila langsung ditangkapi setelah Mahkamah Agung resmi menguatkan putusan pembubaran HTI dan paham khilafahnya yang dinilai bertentangan dengan Pancasila.

“Setiap orang atau pengurus mutlak sudah dilarang UU saat putusan dibacakan, baik menyandang nama HTI dengan istilah jubir atau apapun dan dalam situasi apapun, tidak boleh” ujar habib Muannas di postingan FBnya pada Sabtu 29 Agustus 2020.

“Mereka harus ditindak tegas dan ditangkap karena ada ancaman pidana termasuk menyebarkan paham yg nyata-nyata bertentangan dengan pancasila, seperti yang dilakukan dibanyak negara bahkan negara Islam”, imbuhnya. Tetapi sayangnya yang telah terjadi adalah tidak dilakukan penangkapan sama sekali terhadap mereka.

Baca Juga :  Tolak Komunis dan Khilafah, Tegagkkan Pancasila

Baca juga : Mengenal Ideologi dan Aliran Pemahaman Pemicu Anti Pancasila dan Anti NKRI

Ismail Yusanto bisa dipenjara seumur hidup

Ismail Yusanto bisa dipenjara seumur hidup

Terkait pelaporan Ismail Yusanto, Habib Muannas Alaidid menjelaskan Ismail Yusanto diduga melanggar UU No 16 Tahun 2017 tentang Ormas Pasal 82A Ayat (2) juncto Pasal 59 Ayat (4) Poin (b) & (c) dengan ancaman penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara.

“Ismail Yusanto masih mengaku Jubir HTI yang sudah dibubarkan oleh Menkumham dan sudah dikuatkan oleh kasasi Mahkamah Agung, juga menyebarkan ideologi Khilafah ala HTI yang menurut putusan Pengadilan bertentangan dan melawan Pancasila, ancaman penjaranya bisa seumur hidup atau 20 tahun” kata Muannas yang juga Ketua Umum Cyber Indonesia.

baca juga : NKRI dan Pancasila Adalah Kesepakatan Bersama Bangsa Indonesia, Apa Artinya?

Selain dengan UU No 16 Tahun 2017 tentang Ormas, Ismail Yusanto juga bisa dijerat dengan Pasal 28 Ayat (2) Juncto Pasal 45A Ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE dan Pasal 169 KUHP. (qa/ummatina)

Bagikan ini :