Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Haikal Hasan, Enam orang laskar khusus FPI yang tewas adalah para syuhada’

Haikal Hasan Berdusta Atas Nama Nabi Terkait Laskar FPI Tewas di Jalan Tol

Page Visited: 2508
Read Time:3 Minute, 15 Second

Sebut Laskar FPI yang Tewas Lagi Bersama Nabi Muhammad, Haikal Hasan Disebut Berdusta Atas Nama Nabi

Ustaz Haikal Hasan dihujat karena mengklaim almarhum Laskar FPI yang mati ditembak di jalan tol sedang bersama Nabi Muhammad. Alasannya Nabi Muhammad mengunjungi seseorang yang mati syahid atau meninggal di jalan Islam.

Dilihat dari Kanal YouTube Rasil TV, kala itu Haikal Hassan mengenakan baju muslim hijau, lengkap dengan kopiah hitam dan masker.

Haikal Hassan mulanya menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya 6 laskar khusus FPI itu. Dia meyakini, mereka yang mendahului dipanggil ke alam barzakh tersebut akan ditempatkan dalam posisi terbaik.

“Ibu dan Bapak yang ditinggalkan, sahabat-sahabat saya, Luthfi, Reza, Faiz Sofyan, Andi, dan Khadafi, antum saat ini sedang bersama Rasulullah SAW,” ujar Haikal Hassan.

Haikal Hassan lalu mengisahkan cerita saat dia masih berada di Palestina. Dia mengatakan, di sana banyak orang bahkan termasuk anak-anak yang tiada gentar seolah tak takut mati membela bangsa dan negara.

Pasalnya, sudah tertanam kuat keyakninan bahwa saat meninggal dunia, mereka akan dipertemukan dengan Rasulullah SAW di Surga.

Baca Juga :  Sertifikasi Ulama, Hanya di Indonesia Sertifikasi Ulama Ditentang Ulama

Dalam kasus penembakan 6 laskar FPI, Haikal Hassan menegaskan kematian dalam keadaan baik sejatinya tidak perlu ditangisi.

Haikal Hassan menuturkan, Rasullullah SAW mengunjungi orang-orang yang berduka. Apalagi jika jenazah meninggal dunia dalam kondisi syahid.

Lalu komentar mulai muncul disampaikan Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika, Ahkmad Sahal atau Gus Sahal.

Gus Sahal menyebut Haikal Hassan pecicilan dan berdusta atas nama Nabi.

Pernyataan menohok itu disampaikan Gus Sahal lewat jejaring Twitter miliknya, @sahal_as, Kamis (10/12/2020).

Gus Sahal menyoroti Haikal Hassan yang membawa-bawa nama Nabi Muhammad Rasulullah SAW untuk urusan FPI.

“Bawa-bawa nabi untuk urusan FPI? Pecicilan betul… Haikal Hassan jelas berdusta atas nama Nabi,” kata Gus Sahal seperti dikutip Suara.com.

Kemudian Gus Sahal mengutip kalimat hadis yang merupakan ucapan Rasullullah SAW.

“Kata Nabi: ‘Barang siapa berdusta atas namaku, maka ia sejatinya bikin reservasi tempat untuk dirinya di neraka,” tandas Gus Sahal.

Sekretaris Jenderal Habib Rizieq Shihab (HRS) Center, Haikal Hassan menjadi salah satu tokoh yang aktif dalam mengawal kasus kematian 6 laskar khusus FPI tersebut.

Baca Juga :  Zaman Ketika Caci Maki dan Menghina Dianggap Berpahala

Haikal Hassan ikut hadir. Bahkan memanggul langsung jenazah laskar khusus FPI yang dikebumikan di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/12/2020) lalu.

Pada kesempatan tersebut, Haikal Hassan meyakini 6 laskar FPI meninggal dunia dalam keadaan syahid dan kini sedang berada di akhirat bersama Rasulullah SAW.

Haikal Hasan, Enam orang laskar khusus FPI yang tewas adalah para syuhada’.

Apakah benar enam orang laskar khusus FPI yang tewas adalah para syuhada’?

Ini teori yang paling apriori, prematur, dan paling konyol. Dari mana kita tahu mereka itu syahid? Dalam Islam, kita hanya boleh mengulang kriteria syahid yang diajarkan Nabi. Kita boleh meniru dan mengulang ucapan Nabi seperti: “Barang siapa yang mati di jalan Allah dia syahid. Barang siapa yang mati mempertahankan hartanya (yang mau dirampas) dia syahid. Barang siapa yang mati karena wabah dia syahid.”

Tetapi, kita dilarang memastikan dan menyebut seseorang itu syahid.

Ibn Hajar al-Asqalani, dalam Fath al-Bârî (Juz 6: 90), menegaskan larangan menunjuk seseorang yang mati berdasarkan kriteria syahid itu sebagai syahid: « النهي عن تعيين وصف واحد بعينه بأنه شهيد ».

Baca Juga :  Mengenal Para Syuhada Pejuang Perdamaian di Dunia Islam

Bahkan, orang yang mati membersamai Rasulullah dalam perang pun tidak boleh disebut syahid, kecuali yang ditegaskan Nabi sebagai syahid. Dalam perang Khaibar, ini diceritakan dalam hadis sahih riwayat Muslim, para sahabat mengelu-elukan sahabat yang gugur dan berseru: ‘Si Fulan syahid, Si Fulan syahid.’ Ini terdengar Nabi.

Nabi menyanggah: ‘Tidak, dia masuk neraka karena menggasab ghanimah’ « كلاّ إِنّي رأيْته في النّارِ في بردة غلّها أو عَباءَة ».

Ini pelajaran penting: orang yang gugur membersamai Nabi dalam perang saja tidak boleh kita sebut syahid, kecuali yang ditegaskan Nabi sebagai syahid, apalagi orang yang tewas membela tokoh yang tidak maksum, dengan orientasi perjuangan dan basis nilai yang relatif-hipotetis. Kita tidak tahu persis apa yang dilakukan enam orang laskar khusus itu, sebagaimana para sahabat tidak tahu persis apa yang dilakukan sahabat yang gugur itu. Kita tidak bisa menyimpulkan sesuatu yang tidak kita tahu. (*)

Bagikan ini :