Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Bahaya-Ideologi-Khilafah-dan-Fenomena-Hijrah-ke-Negara-Khilafah-ISIS

Ideologi Khilafah Itu Intoleran, Radikal dan Melahirkan Terorisme

Page Visited: 1152
Read Time:1 Minute, 44 Second

Intoleransi Ideologi Khilafah Melahirkan Sikap Radikal dan Melahirkan Terorisme

ISIS adalah negara khilafah terkini yang memliki daerah kekuasaan di Irak dan Suriah. Negara Khilafah ISIS ini memang sudah bisa dikatakan runtuh. Namun kita masih ingat bagaimana kejamnya negara khilafah ISIS memperlakukan warga di daerah-daerah kekuasaannya di Suriah. Kekejaman khilafah ISIS sangat masyhur tak berperikemanusiaan. Mereka memang layak disebut teroris yang kejam.

Ini pengalaman Sri Rahayu binti Masdin Nur yang menyaksikan dengan mata kepala sendiri kekejaman ISIS di kota Raqqa, Suriah. TKI asal Indonesia ini terjebak di “ibu kota” ISIS itu, setelah ditipu oleh agen pengirim tenaga kerja yang memindahkannya dari Aleppo.

Baca juga : Belajar dari Khilafah ISIS yang Gagal Total

ISIS menguasai kota Raqqa dan mengklaimnya sebagai ibu kota. Sri mengisahkan ketakutan masyarakat kota Raqqa ketika kedatangan ISIS.

Sri Rahayu mendengar orang-orang berlarian sambil berteriak ketakutan bahwa ISIS memasuki Kota Raqqa dan merebut gudang senjata milik Batalyon 17 Tentara Suriah. Sejak saat itu, ISIS menguasai kota Raqqa dan bendera hitam menjadi pemandangan lazim di Kota Raqqa.

Baca Juga :  Klaim Khilafah Menyatukan Ummat Adalah Klaim Dusta

Selama tinggal di Raqqa, Sri harus memakai cadar setiap kali keluar rumah, termasuk saat membersihkan halaman agar tidak diketahui berasal dari Indonesia.

Baca juga : Fakta Sebenarnya Konflik Suriah yang Disembunyikan Media Radikal

Sri Melihat kepala terpenggal

Pemandangan mengerikan disaksikannya sendiri di jalan-jalan kota Raqqa. Suatu ketika, wanita yang pernah bekerja selama 20 tahun di Arab Saudi itu hendak berbelanja ke pasar Raqqa.

Dia menyaksikan kepala-kepala yang terpenggal, dijejerkan di pinggir jalan. Sri ketakutan dan lari ke rumah majikannya, urung berbelanja. Eksekusi semacam ini memang kerap dilakukan oleh ISIS di daerah-daerah kekuasaannya.

Nah, peristiwa-peristiwa kekejaman ISIS sesungguhnya tak layak diceritakan. Tapi yang menjadi pertanyaan, kenapa mereka begitu kejam? Secara singkat untuk menjawab pertanyaan ini adalah karena mereka memiliki sikap intoleran.

Baca juga : Impian Mendirikan Khilafah Diupayakan oleh Mereka yang Tidak Mengerti Islam

Sikap intoleran ini seiring sejalan dengan radikalisme dan ekstrimisme sehingga memicu tindakan teror. Terbukti Ibu Sri lari ketakutan ketika melihat beberapa kepala berjejer di pinggir jalan akibat dipenggal gerombolan ISIS. Kepala-kepala terpenggal itu sengaja dijejer dipinggir jalan untuk menteror masyarakat kota Raqqa.

Baca Juga :  Film Jejak Khilafah, Propaganda HTI, Acak-acak Sejarah Islam Nusantara
Bagikan ini :