Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Ikut Vaksinasi Perdana Covid-19, Gus Ishom - Pemerintah Tak Akan Celakakan Rakyat

Ikut Vaksinasi Perdana Covid-19, Gus Ishom: Pemerintah Tak Akan Celakakan Rakyat

Page Visited: 845
Read Time:2 Minute, 29 Second

Gus Ishom Ikut Vaksinasi Perdana Covid-19, Tegaskan Pemerintah Tak Akan Mencelakakan Rakyat

Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Ishomuddin mengatakan vaksinasi Covid-19 sangat penting untuk mencegah terus berkembangnya wabah Covid-19 yang telah melanda hampir seluruh dunia. Vaksinasi, kata Kiyai Muda NU tersebut, merupakan ikhtiar melindungi jiwa agar tetap sehat dan bisa menjalankan kehidupan. Gus Ishom, sapaan akrabnya, ikut dalam vaksinasi perdana bersama Presiden Joko Widodo dan tokoh penting di Istana Merdeka, hari ini Rabu 13 Januari 2021.

“Alhamdulillah, saya mewakili PBNU telah mengikuti Vaksinasi Covid-19 Perdana bersama Presiden RI, Bapak Ir. H. Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta,” ujarnya usai divaksin.

“Saya berharap khususnya kepada seluruh warga NU, dan tentu seluruh anggota masyarakat di seantero Indonesia agar selalu menjaga kesehatannya pada masa pandemi Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan dan mendukung serta mengikuti program vaksinasi dari Pemerintah RI,” harapnya

Ia melanjutkan masyarakat Indonesia perlu yakin bahwa vaksin ini telah mendapat sertifikasi halal dari MUI dan keamanannya dari Badan POM. Publik, kata dia, bisa mengikuti vaksinasi Covid-19 tanpa takut dan memiliki keraguan.

Baca Juga :  Ternyata Indonesia Sudah Ekspor Pesawat dan Kereta Api

“Kita tolak tegas kampanye anti vaksin. Kita berharap pandemi segera berakhir sehingga masyarakat Indonesia bisa pulih dari sisi ekonomi dan lainnya. Percaya lah, pemerintah tidak akan mencelakakan rakyatnya,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat agar tidak perlu takut dan tidak perlu terlalu cemas terhadap program tersebut. Menurutnya, vaksin tersebut berstatus halal dan terbukti aman. Dari pengakuannya, Ia dan juga perwakilan dari MUI, Muhammadiyah, para tokoh Agama Hindu, Budha, Kristen Katolik, Kementerian Kesehatan, IDI (Ikatan Dokter Indonedia), guru, pedagang, buruh, dsb, setelah divaksin tidak merasakan akibat negatif.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa vaksinasi Covid-19 adalah salah satu ikhtiar pencegahan terhadap serangan Covid-19 yang telah menjadi pandemi yang melanda di banyak negara. Menurutnya, semua yang bernalar sehat pasti punya keinginan kuat untuk keluar dari situasi sulit yang berdampak luar biasa ini.

“Menjaga agar tubuh tetap sehat dan kuat, tidak terserang penyakit, merupakan kewajiban setiap individu (fardlu ‘ain), untuk menjaga nyawa setiap kita. Percayalah bahwa Covid-19 dan para korbannnya itu nyata adanya. Ayo berkorban dan jangan jadi korban. Jangan tertular dan jangan menularkan. Ayo! Jangan takut divaksin, saya sudah divaksin,’ tandasnya mengakhiri.

Baca Juga :  Media Asing Antusias Beritakan Jokowi Divaksin COVID-19

Dalam kesempatan itu, hadir juga Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Idham Azis. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berharap seluruh prajurit TNI dan masyarakat ikut mengikuti vaksinasi covid-19. “Sukseskan vaksinasi agar kita segera terlepas dari bahaya pandemi covid,” ujarnya.

Jenderal Idham Azis mengatakan bersama panglima TNI melaksanakan vaksinasi. “Seluruh jajaran polri bisa saksikan dan tak perlu keraguan. Ini pesan ke masyarakat Indonesia harus melaksanakan vaksinasi secepatnya keluar dari pandemi,” ujarnya.

Vaksin yang akan disuntikkan pada Rabu ini adalah Vaksin dari Sinovac yang telah mendapatkan izin edar darurat (Emergency use Authorization/UEA) dari BPOM. Setelah Presiden Jokowi dan jajarannya, esok hari Kamis (14/1), vaksin akan disuntikkan ke kepala daerah dan tenaga kesehatan yang memenuhi syarat seperti berusia 18-59 tahun, tanpa komorbid, dan tak pernah terinfeksi Covid-19. (*)

Bagikan ini :