Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Imam Masjid Dianiaya "Seorang Khawarij" karena Membaca Doa Qunut Subuh

Imam Masjid Dianiaya “Seorang Khawarij” karena Membaca Doa Qunut Subuh

Page Visited: 1696
Read Time:2 Minute, 11 Second

PENGANUT WAHABISME DI INDONESIA SEMAKIN NEKAD DAN BERBAHAYA

Seorang Imam Masjid dianiaya, ditendang Orang Tidak Dikenal di waktu Subuh. Pelaku merasa tidak suka Karna Imam Masjid Membacakan Doa Qunut setelah i’tidal dalam sholat Subuh Berjamaah. Kejadian yang menhebohkan warga ini terjadi di Trenggalek Jawa Timur.

Saat ini pelaku penganiayaan Imam Sholat tersebut sudah diamankan Gerakan Pemudaan Ansor dan Banser yang telah mendapat izin koordinasi dan didampingi Kepolisian setempat.

Kejadian ini mengulang peristiwa penganiayaan di Pasar Kliwon Solo beberapa hari yang lalu terhadap keluarga Habib yg sedang doa bersama dalam acara “midodareni”. Mereka melakukan penganiayaan dengan alasan korban adalah para pelaku bid’ah yang halal darahnya.

Baca juga : Anarkisme Laskar Takfiri di Pasar Kliwon Solo, GP Ansor Jateng Desak Polisi Tangkap Para Perusuh

Mengahadapi kekonyolan pemahaman yang bersumber dari ajaran Wahabi sudah waktunya umat Islam bersikap waspada kepada mereka yang terindikasi sebagai penganut ajaran Wahabi ini. Wahabisme menjadi energi pemicu tindaan kekerasan di mana ajarannya membawa misi memberantas bid’ah.

Baca Juga :  Jawaban TGB atas Tuduhan Aktivis HTI "Nasionalisme Memecah-Belah Ummat"

Apakah Mereka Kaum Khawarij ?

Cirikhas mereka menggunakan kekerasan untuk mengaku paling Islam, mereka tidak segan menganiaya dan membunuh siapa saja yang tidak sependapat dengan mereka, sehingga mereka berpotensi menjadi Khawarij. Siapa Khawarij, ialah kaum yang telah membunuh Sayyidina Ali Karromallohu Wajhah, sosok menantu Nabi Muhammad Saw.

Peristiwa penganiayaan Imam masjid ini juga menjadi salah satu pelajaran penting bagi pemerintah, agar bisa tegas memberantas radikalisme berkedok Islam. Mereka terus mengelabui dan menipu umat dengan dalih Islam hanya bertujuan kekerasan.

Jangan sampai Indonesia menjadi timur tengah yang gagal membendung paham-paham radikal dan ekstrim yang bercokol di dalam tubuh ormas seperti HTI, Ikhwanul Muslimin, J(A)D dan aliran jihadis, wahhabi takfiri.

Bca juga : Kelompok Laskar di Solo Geruduk Acara “Midodareni”, Hancurkan Mobil dan Keroyok Tuan Rumah

Sudah saatnya pemerintah bersikap tegas, jangan biarkan radikalisme dan ekstrimisme berkembang di Indonesia. Demi kehidupan yang damai dan bermartabat yang menjadi idaman setiap warga bangsa Indonesia.

MEWASPADAI KAUM KHAWARIJ AKHIR ZAMAN

Kejadian kekerasan ini mengingatkan kita pada kasus Pembunuhan Sayyidina ‘Ali Karromallohu Wajhah, dengan alasan menyimpang dari Hukum Allah, seseorang yang Ahli Ibadah, Ahli Qur’an yang bernama IBNU MULJAM membunuh Sayyidina ‘Ali ketika sedang Sholat.

Baca Juga :  PCNU Kota Cirebon Laporkan Ketua DPRD, Buntut Penghapusan Khilafah

Akibat Doktrin Wahhabi tentang Bid’ah = Sesat = Neraka, di Trenggalek Jawa Timur seorang Imam Sholat sedang membaca Qunut Subuh ditendang dan di aniaya oleh seorang penganut ajaran Wahhabisme, hanya karena tidak sepaham di mana kaum Wahabi menganggap Doa Qunut Subuh adalah perbuatan bid’ah….

Baca juga : “Cara Menghancurkan NKRI” Menurut Pengakuan Kader PKS

Kasus ini sudah di tangani oleh Sahabat BANSER bersama Kepala Desa Suruh, Ketua RT, BKTM Polsek Suruh dan BABINSA Koramil untuk melakukan tabbayun kepada pelaku untuk meminta klarifikasi pelaku dan motifnya untuk diproses sesuai UU yang berlaku. (qa/ummatina)

Bagikan ini :