Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Indonesia-dan-Islam-Adalah-Satu-Paket-yang-Tidak-Bisa-Dipisahkan

Indonesia dan Islam, Satu Paket yang Tidak Bisa Dipisahkan

Page Visited: 1727
Read Time:3 Minute, 20 Second

Indonesia dan Islam Adalah Satu Paket yang Tidak Bisa Dipisahkan

Indonesia dan Islam itu satu paket yang tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu, ikuti para Ulama Islam yang sholih peletak dasar Nasionalisme Bangsa, bukan malah mengikuti mereka yang ahli menghasut dan Ahli Demo.

Pasti anda masih ingat Felik Siauw yang menggelikan dan membuat kita tertawa, alangkah lucunya kelucuan akibat sok pintarnya? Bagaimana tidak? Dia mengatakan dengan pongah dan sok paling tahu di negeri ini, lalu dia blang: “Nasionalisme tidak ada dalilnya!” Dia mencoba melawan Mbah Hasyim Asy’ariy sebagai tokoh pendiri NU, pendiri negra bangsa.

Padahal ilmu Felix dibanding ilmu Mbah Hasyim jauh seperti pepatah bainassama wal ardh. Di sisi lain Felix Siauw ini yang menjadi idola sebagian tokoh FPI dan khilafahnya yang dengan cara tidak elegan antipati terhadap penguasa, melawan Negara, berdemo dengan misi politik yang tak pernah usai.

Perlu anda ketahui gerombolan mereka adalah dendengkot anti pancasila, anti Nasionalisme dan pengasong khilafah, serta gerombolanya yang ingin menghancurkan kedaulatan NKRI dan menggantinya dengan negara sistem khilafah, sampai disini mestinya saudara sudah paham kan?

Baca Juga :  Menkes Gandeng PBNU Sukseskan Program Vaksinasi Covid-19

Jadi siapa yang kalian ikuti? Apakah mereka yang menjadi robot kaki tangan radikalis dan teroris yang grudak gruduk demo di mana mana sampai istana? Atau para Ulama seperti KH Said Aqil, Habib Luthfi, Gus Mus, Gus Ishom dan mereka yang sedang berjuang menyelamatkan bangsa dan negara ini? Pikirkan betul Saudaraku.

Cerahkan pikiranmu, sadarkan dirimu dan bangun Nasionalisme dalam dada sebelum mereka mendahului merusak negara dan bangsamu. Apakah kalian rela NKRI ini rusak akibat ulah mereka?

Mari kita lihat cara pandang para Ulama tentang nasionalisme dan pegang dengan erat serta gigit dengan gigi grahammu agar selamat.

Imam Adz-Dzahabi:

ﻭﻧﺤﻦ ﻻ ﻧﺠﻔﻮ اﻟﻮﻃﻦ ﻛﻤﺎ ﺟﻔﻮﺗﻪ، ﻭﺣﺐ اﻟﻮﻃﻦ ﻣﻦ اﻹﻳﻤﺎﻥ

Kami tidak berbuat kasar terhadap negeri ini seperti yang engkau lakukan. Cinta tanah air bagian dari iman (Tarikh Al-Islam, Al-Hafidz Adz-Dzahabi, 12/486)

Para Ulama kita lebih arif dengan kema’rifatanya dan lebih bijak dengan kebijaksanaanya, telah jitu dan menemukan mutiara dasar dan konsep Nasionalisme, membangunkan dan mempertahankan Negara ini, ikuti mereka karena mereka yang iIkhlas membangun Negera dan bangsa ini.

Baca Juga :  Komisi III DPR Aklamasi Setujui Komjen Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri

Bukan seperti para penentang NKRI dan yang menyatakan Indonesia ini amburadul, yang berteriak indonesia thogut dan. Walaupun mereka berbaju Ustad dan berpakaian Ulama, sebagian dari muallaf dan motivator yang mejual buku berkedok syariah, adalah komplotan perusak Negeri yang kita cintai.

Indonesia dan Islam Adalah Satu Paket yang Tidak Bisa Dipisahkan.

Mereka yang propagandis dan teriak takbir di demo akan meneruskan misi radikalis, teroris, ISIS, IM, HTI, MMI, JI dan gerakan eksodus dari Timur Tengah, dengan memanfaatkan situasi politik Pilpres. Bangsa kita saat ini dalam ancaman konspirasi jahat yang ingin meruntuhkan kedaulatan NKRI ini.

Apakah kita masih belum sadar sampai hari ini? Bahwa negeri ini akan diacak acak oleh mereka yang sering teriak syar’i, kowar kowar syari’ah, dengan slogan Islam kaffah, hanyalah sebuah propaganda murahan khilafah berkedok agama atas nama Tuhan, padahal omong kosong.

Mereka yang harus dihindari oleh kita dan generasi penerus bangsa ini, jangan cuek dengan pesoalan ini jika masih cinta Negeri ini. Karena kita butuh bekerja dengan tenang dan ibadah dengan nyaman dan itu akan terwujud jika negeri ini aman dan damai.

Baca Juga :  Alumni Unpad Miris, Eks Ketua HTI Diangkat Jadi Wakil Dekan Di Unpad

Kita ini umat Islam, Indonesia dan Islam adalah satu paket tak terpisahkan. Mari kita bangun gelora cinta kepada tanah air, seperti Ulama pendahulu yang dengan darah dan air mata, menyepakati bangsa dengan kebhinekaan dan menjaga negeri dari permusuhan dan perpecahan, menginginkan tetap satu dalam perbedaan. Iulah bukti bahwa kita telah damai dan semoga sampai hari kiamat nanti.

Inilah Negara Madani layaknya Madinah yang dibangun Rasulullah sebagai Darusalam, Negara damai, bukan Darul Islam, Negara Islam. Substansi konsep dasarnya Islam dalam pancasila, hebat bukan? Kita harus paham bahwa kelompok radikal bukan pendamai tapi pembenci, bukan pembuat makmur tapi akan membuat negeri ini hancur. Karena itu jangan ikuti mereka.

Ingatlah, Indonesia dan Islam adalah satu paket yang tidak bisa dipisahkan. Segala upaya memecah belah persatuan Indonesia dengan cara-cara radikal tidak bisa dibenarkan. Karena itu mari kita ikuti dan kita dukung para ulama kita dan mereka yang berjuang menyelamatkan NKRI demi kemakmuran bangsa Indonesia.

Salam damai Indonesiaku, salam damai Bangsaku. (*)

Bagikan ini :