Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Indonesia Sampaikan Protes ke Swedia Soal Pembakaran Al-Quran

Indonesia Sampaikan Protes ke Swedia Soal Pembakaran Al-Quran

Page Visited: 1881
Read Time:1 Minute, 23 Second

Negara RI Sampaikan Protes kepada Swedia Terkait Pembakaran Al-Quran

JAKARTA – Teuku Faizasyah, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi sudah menyampaikan protes kepada Kementerian Luar Negeri Swedia terkait pembakaran Al-Quran. Pembakaran Al-Quran terjadi di kota Malmo, pekan lalu.

“Menlu RI telah menugaskan Kuasa Usaha RI di Stockholm untuk demarche ke Kemlu Swedia untuk menyampaikan posisi Indonesia, bahwa penghormatan terhadap agama tidak kalah pentingnya dengan penghormatan terhadap demokrasi,” kata Faizasyah.

“Menlu RI menyampaikan melalui KUAI, bahwa kejadian penistaan seperti ini akan memicu pembelahan yang berkelanjutan,” sambungnya, dalam pesan singkat kepada Sindonews pada Senin (31/8/2020).

Baca juga : Bocah Penderita Lumpuh Otak Ini Hafal 30 Juz Alquran

Seperti diketahui, Jumat lalu para pendukung Rasmus Paludan, pemimpin kelompok anti-Islam Tight Direction (Stram Kurs) dalam sebuah aksi di Malmo membakar Al-Quran.

Setelah rekaman pembakaran Al-Quran itu muncul di dunia internet, kelompok anti rasis di Malmo bereaksi terhadap kejadian tersebut. Dan para aktivis memblokir lalu lintas, juga membakar ban di jalan. Polisi menahan tiga orang pelaku pembakaran Al-Quran, sedangkan Rasmus Paludan dilarang memasuki Swedia selama dua tahun.

Baca Juga :  Guyonan Gus Dur Ini Pas Mengena ke HTI

Sebelumnya dilaporkan bahwa Pakistan, Turki dan PBB telah menyatakan kecaman atas pembakaran Al-Quran tersebut. Turki menyatakan, pembakaran Al-Quran adalah tindakan provokatif dan merupakan pukulan keras bagi nilai toleransi yang dijunjung masyarakat Eropa.

Baca juga : Rasulullah SAW sang Maha Cinta Insani

Sementara itu, Pakistan mengatakan aksi pembakaran Al-Quran yang dilakukan oleh kelompok sayap kanan di Swedia tersebut tidak sesuai dengan ajaran agama apapun.

Sedangkan kepala Aliansi Peradaban PBB, Miguel Moratinos menggambarkan hal itu sebagai perbuatan tercela dan sama sekali tidak dapat diterima, atau tidak dapat dibenarkan. (qa/ummatina)

Bagikan ini :