Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Intelijen AS Mulai Mencium Ancaman Ekstremis Terkait Pilpres

Intelijen AS Mulai Mencium Ancaman Ekstremis Terkait Pilpres

Page Visited: 315
Read Time:1 Minute, 34 Second

Intelijen AS Mengendus Akan Ancaman Ekstremis Terkait Pemilu Presiden

WASHINGTON – Para pejabat keamanan Amerika Serikat (AS) mulai mengendus gelagat ektrimis bahwa kekerasan oleh para ekstremis domestik menjadi ancaman dalam pemilu presiden bulan depan.

Seorang pejabat memperingatkan dan menyebut adanya “ramuan penyihir” yang terdiri atas ketegangan politik yang meningkat, kerusuhan sipil dan kampanye disinformasi asing.

Memo dari FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyatakan berbagai ancaman oleh para ekstremis domestik pada target-target terkait pemilu itu diperkirakan meningkat menjelang pemilu 3 November 2020.

Peringatan itu sejauh ini masih secara internal. Namun pejabat keamanan New Jersey mengambil langkah tak biasa dengan mempublikasikan ancaman itu dalam laporan di websitenya pekan lalu.

“Anda memiliki ramuan penyihir itu benar-benar tidak pernah terjadi dalam sejarah Amerika. Dan jika itu ada, itu beberapa dekade lalu jika tidak abad,” kata Jared Maples, direktur Kantor Keamanan dan Kesiapan Dalam Negeri New Jersey yang merilis peringatan ancaman itu.

Baca Juga :  Innalillahi..., Mobil Mufti Suriah Diledakkan Teroris

Unjuk rasa nasional terjadi dalam beberapa bulan terakhir terkait keadilan rasial dan kebrutalan polisi. Sebagian besar unjuk rasa itu berlangsung damai tapi beberapa memicu bentrok, termasuk antara faksi-faksi ekstremis dari sayap kiri dan sayap kanan.

AS saat ini juga menghadapi pandemi virus corona, pengangguran tinggi dan pemilu presiden yang memperburuk polarisasi iklim politik.

Presiden AS Donald Trump pekan lalu menolak berkomitmen untuk pemindahan kekuasaan secara damai jika dia kalah dalam pemilu melawan Joe Biden dari Partai Demokrat.

Trump juga meragukan legitimasi pemilu karena kekhawatirannya tentang pemilu lewat kantor pos. Demokrat mendukung cara pemungutan suara melalui kantor pos itu karena pandemi virus corona.

Kasus kecurangan pemilu dengan surat suara yang dikirim melalui pos itu sangat jarang terjadi. Para pakar menyatakan hampir mustahil bagi para aktor asing untuk mengganggu pemilu dengan mengirimkan surat suara palsu.

Buletin internal FBI terbaru memperingatkan ekstremis domestik dengan berbagai ideologi akan menambah ancaman pada target-target terkait pemilu menjelang hari pemungutan suara. Buletin itu pertama dirilis oleh Yahoo News. (qa)

Bagikan ini :

Mungkin Luput dari Anda