Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Isi Group WA KAMI Dibongkar Polri, Ngeri, Pantas Terjadi Kerusuhan di Mana-mana

Isi Group WA KAMI Dibongkar Polri, Ngeri, Pantas Terjadi Kerusuhan di Mana-mana.

Isi Group WA KAMI Dibongkar Polri, Pantas Terjadi Rusuh di Mana-mana

Page Visited: 945
Read Time:1 Minute, 57 Second

Isi Group WA KAMI Dibongkar Polri: Ngeri, Pantas Terjadi Rusuh di Lapangan

Polisi menangkap 8 orang yang tergabung dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Penangkapan 8 orang KAMI bermula dari terbongkarnya percakapan di grup WA anggota KAMI. Disampaikan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono isi percakapan dalam grup orang-orang KAMI sangat mengerikan.

“Ini terkait demo omnibus law yang berakhir anarkis. Patut diduga mereka-mereka itu tadi memberikan informasi yang menyesatkan, berbau SARA dan penghasutan-penghasutan itu. Kalau rekan-rekan ingin membaca WA-nya ngeri,” kata Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (13/10/2020) seperti dikutip dari detik.com.

Baca juga : Dukung Demo Tolak RUU Cipta kerja, Manuver Politik Langit KAMI Rugikan Rakyat

Awi menuturkan isi percakapan menyulut rasa kebencian. Awi juga menyinggung soal rencana perusakan.

“Pantas di lapangan terjadi anarki sehingga masyarakat yang, mohon maaf, tidak paham betul akan tersulut. Ketika direncanakan sedemikian rupa, untuk membawa ini-itu untuk melakukan perusakan semua terpapar jelas di WA,” tuturnya.

Baca Juga :  KAMI Jangan Hanya Koar-koar Tolak UU Cipta Kerja, Buktikan dengan Uji Materi ke MK!

Baca juga: Gatot Nurmantyo Berpolitik Langit, Serukan KAMI Dukung Mogok Nasional Buruh Tolak RUU Cipta Kerja

Untuk diketahui, Bareskrim Polri menangkap petinggi dan anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Total ada 8 anggota KAMI Medan dan Jakarta yang ditangkap.

“Medan KAMI: Juliana, Devi, Khairi Amri, Wahyu Rasari Putri. Jakarta: Anton Permana, Syahganda Nainggolan, Jumhur, Kingkin,” kata Awi saat dimintai konfirmasi.

Isi Group WA KAMI Dibongkar Polri, Ngeri, Pantas Terjadi Kerusuhan di Mana-mana.

Kedelapan orang ditangkap dalam kurun 9 Oktober hingga hari ini. Mereka ditangkap dari lima kota, yakni Medan, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Depok, dan Tangerang Selatan.

Baca juga : Didukung Gatot Nurmantyo dan KAMI, Aksi Tolak RUU Cipta Kerja Berakhir Rusuh di Mana-mana

Salah satu pelaku yang ditangkap yaitu Ketua KAMI Medan, Khairi Amri mengakui adanya ajakan demonstrasi rusuh di WhatsApp group (WAG) ‘KAMI Medan’. Salah satu member grup menyerukan ajakan demo seperti 1998.

“Ya saya kurang kontrol itu walaupun saya sudah terakhir kejadian ini, dibuka saya baru sadar rupanya itu isinya. Itu kadang saya cuma klik aja, tidak saya baca memang, memang itu saya akui, jarang saya baca WA,” tutur Khairi kemarin.

Baca Juga :  COVID-19 Disebut Menginfeksi 59 Calon Kepala Daerah

“Bukan (ujaran kebencian) SARA, tapi ada apa ya, ke penguasa pula. Mengajak (demonstrasi) sampai chaos. Saya kaget itu, ‘Ayo kita buat seperti ’98’. Tidak ada kayaknya SARA, nggak ada. Cuma ketidaksenangan ke kebijakan pemerintah, apalagi kita sama-sama nggak tahu nih omnibus law, tapi kita anggap kita menolak gitu,” sambung dia. (ummatina/dari berbagai sumber)

Bagikan ini :