Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Jika Perang AS vs China Pecah, Filipina Mau Tidak Mau Akan Terlibat

Jika Perang AS vs China Pecah, Filipina Mau Tidak Mau Akan Terlibat

Page Visited: 1366
Read Time:2 Minute, 0 Second

Filipina: Suka Tidak Suka, Kami Akan Terlibat Jika Perang AS vs China Pecah

MANILA – Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana telah memperingatkan terkait meningkatnya ketegangan yang berrisiko konflik di Laut China Selatan. Dia menyatakan jika perang antara Amerika Serikat (AS) dengan China pecah, Manila akan terlibat, terlepas rakyat suka atau tidak.

Lorenzana mengatakan dalam pidatonya pada hari Rabu bahwa Filipina mau atau tidak mau akan terseret ke dalam konflik antara Washington dan Beijing jika ketegangan masih terus meningkat.

Delfin Lorenzana, seorang pensiunan jenderal Angkatan Darat, mengklaim konfrontasi antara China dan AS serta sekutunya saat ini adalah tantangan keamanan yang paling mengkhawatirkan di kawasan Indo-Pasifik.

“Sementara AS dan China terus menegaskan bahwa tindakan mereka bersifat defensif, bahaya salah perhitungan selalu ada, seperti hampir tabrakan dua fregat milik AS dan China dua tahun lalu,” katanya.

Filipina dan negara-negara Asia Tenggara lainnya telah berselisih dengan Beijing mengenai kedaulatan di Laut China Selatan yang diperebutkan, yang 90 persen diklaim oleh China.

Baca Juga :  Sesama Negara Muslim, Militer Turki VS Militer Mesir di Ambang Perang di Libya

“Keputusan baru-baru ini dari pemerintah China untuk mempersenjatai kapal penjaga pantai (coast guard) mereka yang berpatroli di Laut China Selatan semakin meningkatkan taruhannya, dan jika perang penembakan terjadi, Filipina, yang berada tepat di tengah konflik, akan terlibat apakah (rakyat negara ini) suka atau tidak,” paparnya, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (26/11/2020).

Washington pada Senin lalu menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung Manila atas klaim teritorial di Laut China Selatan yang kaya sumber daya.

Dalam kunjungan ke Ibu Kota Filipina, Penasihat Keamanan Nasional Presiden Donald Trump, Robert O’Brien, mengatakan kepada jurnalis yang berkumpul; “Pesan kami adalah kami akan berada di sini, kami mendukung Anda, dan kami tidak akan pergi.”

Beijing dengan keras menentang intervensi AS di Filipina dan kawasan sekitar Laut China Selatan secara keseluruhan.

“Kami dengan tegas menentang pernyataan yang penuh dengan mentalitas Perang Dingin dan dengan sembrono menghasut konfrontasi. Itu menunjukkan bahwa kunjungannya ke kawasan ini bukan untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan, tetapi untuk menciptakan kekacauan di kawasan dalam rangka mencari kepentingan egois AS,” kata Kedutaan Besar China di Manila dalam sebuah pernyaataan, mengomentari kunjungan O’Brien.

Baca Juga :  Disandera Abu Sayyaf, Seorang Warga Indonesia Tewas Ditembak

Hubungan antara dua negara adidaya global telah memburuk tahun ini karena Washington semakin meningkatkan tekanan terhadap Beijing.

Ketegangan semakin meningkat setelah seorang laksamana Angkatan Laut AS melakukan kunjungan mendadak ke Taiwan selama akhir pekan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan Beijing akan memberlakukan tanggapan yang perlu atas upaya lain oleh Washington untuk merusak kepentingan domestik China. (*)

Bagikan ini :